5 Tips Mengasuh dan Membesarkan Anak Disabilitas

Memiliki anak yang terlahir cacat memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mengasuh dan membesarkannya. Jangan berputus asa, meskipun memiliki keterbatasan secara fisik dan non fisik, setiap anak disabilitas memiliki kelebihan.

Anak-anak terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua orang tua pasti akan bersedih ketika anaknya terlahir dengan kondisi yang kurang sempurna atau dapat dikatakan cacat. Tak jarang, beberapa orang tua yang mengalami hal ini menganggapnya mimpi buruk hingga mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Bagaimana pun, si Kecil membutuhkan kasih sayang, cinta, dan perhatian dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, buang jauh-jauh kecewa dan sedih yang Anda rasakan.

Memang tak mudah mengasuh dan membesarkan anak disabilitas. Tak hanya ikhlas menerima keadaannya, namun juga harus bersabar dalam mendidiknya. Karena anak yang terlahir cacat akan memiliki karakter yang berbeda dari anak-anak normal lainnya. Orang tua pun harus benar-benar ekstra perhatian dan memahami kondisi anak. Jangan sampai ia merasa rendah diri karena keterbatasan yang dimilikinya.

Ada beberapa tips yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengasuh dan membesarkan anak dengan kondisi cacat. Berikut ini tipsnya:

  1. Pupuk rasa percaya diri anak
    Anda dan keluarga dapat memupuk percaya diri si Kecil dengan menghormati kekurangannya. Hal ini akan membuatnya tidak merasa minder dan lebih percaya diri dengan kondisinya.
  1. Gali potensi yang dimilikinya
    Meskipun dengan keterbatasan, bisa jadi anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan dan berpengaruh bagi masa depannya kelak. Coba perhatikan aktivitas yang sering dilakukannya dan ketertarikan serta minatnya pada sesuatu. Hal ini dapat menjadi petunjuk bagi Anda dalam menggali potensinya. Banyak anak memiliki keterbatasan fisik maupun non fisik tetapi memiliki prestasi yang membanggakan.
  1. Pahami kelebihan anak dan bukan kekurangannya
    Anda sebaiknya tidak membuat si Kecil sedih dengan kekurangannya. Namun, besarkan hatinya dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal ini akan membuat si Kecil lebih percaya diri dengan kondisinya dan bersemangat dalam menjalani kesehariannya.
  1. Beri kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatan bermanfaat
    Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan anak sesuai dengan kemampuannya, seperti membaca, membuat kerajinan tangan, melakukan kegiatan sosial, berkebun, dan sebagainya. Dengan melakukan kegiatan bermanfaat, anak akan menemukan banyak aktivitas menyenangkan untuk dirinya dan bisa pula memberikan manfaat untuk orang lain. Hal ini sekaligus akan membuatnya menghargai dirinya.
  1. Jangan pernah membeda-bedakannya dengan saudara yang lain
    Perlakukan anak dengan adil tanpa membeda-bedakannya dengan saudaranya meskipun salah satu anak Anda kebetulan terlahir cacat. Berikan kasih sayang dan perhatian yang sama dan jangan menganggap remeh anak disabilitas karena dapat merusak harga diri dan merusak mentalnya.

Semoga bermanfaat ya, Mam.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :