IbudanMama

5 Tips Menjawab Pertanyaan Kritis Anak

Si Kecil sering melontarkan pertanyaan kritis yang membuat orang tua kesulitan menjawabnya. Respons positif orang tua dalam menjawab pertanyaan anak sangat penting dalam mendukung proses berpikirnya.

Si Kecil kini sudah semakin besar dan pintar. Apa saja ingin diketahuinya. Jangan kaget jika suatu hari tiba-tiba ia bertanya sesuatu yang membuat Ibu kesulitan mencari jawabannya. Tak jarang, karena tak bisa menjawab, lantas Ibu membohonginya, menyalahkannya karena bertanya terus, dan menyepelekannya. 

Anak usia lebih dari 3 tahun memang keingintahuannya sangat besar. Pada usia ini, ia seringkali melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membutuhkan jawaban dari orang-orang terdekatnya, terutama orang tua. Seringkali orang tua mengkaitkan sikap kritis dengan kecerdasan. Namun, sikap kritis anak tidak selalu berhubungan dengan kecerdasan. Sikap ini lebih dipengaruhi oleh rangsangan dari luar dan lingkungan. Dalam menghadapi pertanyaan kritis anak, orang tua tak boleh menyepelekannya.

Beberapa contoh pertanyaan kritis anak yang sering muncul adalah sebagai berikut:

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda terapkan saat si Kecil bertanya pertanyaan kritis:

  1. Beri penjelasan yang tidak berbelit-belit.
  2. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti si Kecil.
  3. Jujur jika memang Anda tidak tahu.
  4. Tidak menjawab dengan asal-asalan.
  5. Libatkan si Kecil untuk menemukan jawaban melalui berbagai sumber dan pancing daya analisisnya.

Semoga bermanfaat

 

 

Baca juga: