Si Kecil sering melontarkan pertanyaan kritis yang membuat orang tua kesulitan menjawabnya. Respons positif orang tua dalam menjawab pertanyaan anak sangat penting dalam mendukung proses berpikirnya.
Si Kecil kini sudah semakin besar dan pintar. Apa saja ingin diketahuinya. Jangan kaget jika suatu hari tiba-tiba ia bertanya sesuatu yang membuat Ibu kesulitan mencari jawabannya. Tak jarang, karena tak bisa menjawab, lantas Ibu membohonginya, menyalahkannya karena bertanya terus, dan menyepelekannya.
Anak usia lebih dari 3 tahun memang keingintahuannya sangat besar. Pada usia ini, ia seringkali melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membutuhkan jawaban dari orang-orang terdekatnya, terutama orang tua. Seringkali orang tua mengkaitkan sikap kritis dengan kecerdasan. Namun, sikap kritis anak tidak selalu berhubungan dengan kecerdasan. Sikap ini lebih dipengaruhi oleh rangsangan dari luar dan lingkungan. Dalam menghadapi pertanyaan kritis anak, orang tua tak boleh menyepelekannya.
Beberapa contoh pertanyaan kritis anak yang sering muncul adalah sebagai berikut:
- “Ma kenapa sih burung bisa terbang?”
Jelaskan kepadanya bahwa burung memiliki sayap yang bisa membuatnya terbang.
- “Kenapa pesawat juga bisa terbang?”
Orang tua dapat menjelaskan alasan pesawat bisa terbang dengan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak. Jelaskan bahwa pesawat memiliki mesin, sayap, dan juga bahan bakar yang dapat membuatnya terbang.
- “Kok kita nggak bisa terbang, ya Ma?”
Sesekali, Ibu bisa mengajak anak untuk mencari jawabannya bersama-sama dengan memberi pertanyaan kepadanya, misalnya, “Burung bisa terbang karena punya apa? Kalau pesawat?” Biarkan anak menjawabnya. Selanjutnya, beri pertanyaan kembali. “Nah, kita punya sayap tidak?” Dari sini anak dapat menganalisis dan menemukan jawabannya.
- “Dari mana sih Pa datangnya adik bayi?”
Jelaskan kepada si Kecil bahwa adik datang dari perut Ibu. Jika si Kecil masih belum puas dengan jawaban Ayah, katakan kepadanya bahwa di dalam perut Ibu ada tempat tumbuhnya adik bayi dari sangat kecil dan terus membesar menjadi bayi yang disebut rahim. Selanjutnya, bayi lahir melalui vagina.
- “Mengapa roda sepeda bundar ya Pa?”
Pertanyaan ini tak jarang dilontarkan si pra sekolah yang kritis. Orang tua tak melulu harus menjawabnya dengan sebuah jawaban. Coba, berikan pertanyaan kepadanya untuk merangsang berpikirnya, “Kalau bentuknya kotak atau segitiga, kira-kira bisa dipakai nggak ya Dek?”
Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda terapkan saat si Kecil bertanya pertanyaan kritis:
- Beri penjelasan yang tidak berbelit-belit.
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti si Kecil.
- Jujur jika memang Anda tidak tahu.
- Tidak menjawab dengan asal-asalan.
- Libatkan si Kecil untuk menemukan jawaban melalui berbagai sumber dan pancing daya analisisnya.
Semoga bermanfaat
Baca juga: