Saat anak sudah mulai bersekolah orangtua pun ikut senang. Semua dilakukan demi memperoleh pendidikan terbaik untuk anaknya demi meraih masa depan. Ayah dan ibu memikul tanggung jawab yang sama untuk mendukung sekolah buah hati.
Anak kini sudah bersekolah lagi, masa-masa liburnya telah habis. Kini ia mulai disibukkan dengan rutinitas sekolahnya. Begitu pun, orangtua yang akan selalu mendukung pendidikannya. Pagi-pagi ibu sudah harus bangun pagi, membangunkan anak dan menyuruhnya mandi, membuatkannya sarapan, hingga mengantarkannya ke sekolah.
Dukungan orangtua terhadap pendidikan anak memang menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Bagaimana tidak, orangtua mengurus A-Z kebutuhan anak bersekolah, mulai dari biaya, peralatan sekolah, hingga tak menutup kemungkinan membantu saat anak merasa kurang jelas dengan pelajaran di sekolah.
Seringkali, ibulah yang punya tanggung jawab lebih untuk mengurus segala sesuatu tentang sekolah buah hati. Penyebabnya bisa karena ayah sibuk bekerja dan tak punya banyak waktu mendampingi anak di rumah. Ayah ada di rumah hanya hari Sabtu dan Minggu saja, karena libur. Sebenarnya, bersama ayah tanggung jawab ini bisa dipikul bersama, sehingga ibu tak kerepotan. Apalagi jika ibu wanita karier, sama seperti ayah yang terbebani dengan tanggung jawab pekerjaan di kantor. Ibu dan ayah bisa berbagi tugas untuk mendukung sekolah anak. Tentu pekerjaan ibu akan lebih ringan setelah dibantu ayah, anak pun akan semakin senang dan nyaman. Selain itu, keluarga ibu pun semakin kompak karena ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam mendukung sekolah anak.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh ayah dan ibu untuk kompak mendukung sekolah buah hati. Mulai dari memilih sekolah baru, soal biaya, mengurus kesehariannya, mengantar ke sekolah, hingga mengambilkan rapor saat kenaikan kelas. Dalam pelaksanaannya, berbagi tugas bukan berarti tak kompak, namun justru tanggung jawab terhadap anak akan terasa lebih ringan dipikul berdua.
Berikut ini kekompakan yang bisa ayah dan ibu lakukan dalam mendukung sekolah anak.
- Memilih sekolah tepat untuk anak
Memilih sekolah yang tepat untuk anak sebaiknya didiskusikan bersama. Saling mendengarkan dan memberikan usulan mengenai sekolah yang tepat untuk anak dengan mempertimbangkan sisi reputasi sekolah, jarak, biaya, para pengajar, fasilitas, dan apakah sesuai dengan minat anak. Hal ini akan mempermudah dalam menentukan sekolah yang paling tepat bagi anak dan juga terjangkau bagi orangtuanya. Hasil diskusi yang dilakukan ayah dan ibu ini juga merupakan keputusan bersama dan bukan kemauan salah satu pihak saja. - Belanja keperluan sekolah anak
Momen berbelanja keperluan sekolah jika dilakukan bersama ayah, ibu, dan anak tentu sangat menyenangkan, keluarga pun akan semakin kompak. Tentu momen ini bisa sekaligus dijadikan ajang jalan-jalan. Memang, biasanya keperluan anak dipilih sendiri oleh anak, namun ayah dan ibu bisa memberikan pendapat dan usulan padanya bukan? - Aktivitas sebelum anak berangkat sekolah
Saat pagi hari menjelang anak berangkat sekolah adalah waktu paling sibuk buat ibu, apalagi jika tak punya asisten rumah tangga. Membangunkan anak, merapikan tempat tidur, menyiapkan seragam anak, memasak, hingga menyajikan sarapan untuk keluarga. Tanpa ikut campur ayah tentu ibu sangat kerepotan. Berbagi tugas dengan ayah akan membuat ayah dan ibu semakin kompak, pekerjaan pun lebih ringan, misalnya ayah membangunkan anak, merapikan tempat tidur, bersih-bersih, dan menyiapkan sepeda motor atau mobil, sementara pekerjaan lainnya dikerjakan ibu. Selain pekerjaan menjadi lebih ringan, waktu pun akan lebih efektif dan anak tidak akan terlambat. - Mengantar dan menjemput anak pergi dan pulang sekolah
Kekompakan ayah dan ibu juga bisa dilakukan dengan mengantar dan menjemput anak pergi dan pulang sekolah. Bukan berarti harus selalu berdua dalam mengantar dan menjemputnya. Tugas ini bisa dibagi oleh ayah dan ibu, siapa yang menjemput dan siapa yang mengantar, misalnya, saat berangkat selalu diantar ayah karena sekalian pergi ke kantor, pulangnya gantian ibu yang menjemput. Namun, pembagian yang tidak kaku dan fleksibel akan lebih nyaman dijalankan. Saat ayah tak bisa mengantar, ibu bisa menggantikannya atau sebaliknya. Anak tentu akan lebih senang jika diantar dan dijemput oleh orangtuanya, bergantian ayah maupun ibunya. - Membantu mengerjakan PR
Membantu anak mengerjakan PR bisa dilakukan bersama-sama ayah dan ibu di rumah. Bisa juga dilakukan bergantian oleh ayah atau ibu. Luangkan waktu ayah dan ibu di malam hari untuk mendampingi anak belajar dan mengerjakan PR sambil memantau pelajaran yang ia peroleh di sekolah. Terkadang pelajaran yang diperoleh anak tidak dimengerti oleh orangtua. Oleh karena itu, tak ada salahnya orangtua ikut mempelajari buku-buku sekolah anak dan mencari referensi dari sumber lain, misalnya internet. - Mengambil rapor
Pengumuman hasil belajar selalu dinanti-nantikan oleh anak dan orangtua. Seringkali, sekolah mengundang wali murid untuk mengambil rapor anaknya. Ayah dan ibu bisa datang bersama-sama ke sekolah anak untuk mengambilnya. Pasti anak akan sangat bahagia karena ayah dan ibunya begitu peduli dengannya. Namun, jika tidak memungkinkan, salah satu di antara ayah atau ibu yang datang tidak masalah, tentunya dengan kesepakatan sebelumnya.







21 Jul 2013
Posted by Dewi Novianingsih
1 Comment










