Mam, jika Anda memiliki anak laki-laki, lambat laun pasti akan tiba pada pertanyaan “Apakah Si Kecil harus disunat?” Menurut situs web kidshealth.org, rata-rata sekitar 55%-65% bayi yang baru lahir di Amerika Serikat melakukan sunat. Prosedur seperti ini umum di negara-negara seperti Canada, atau kawasan Afrika dan Timur Tengah. Tidak seperti Asia, Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan kebanyakan negara di Eropa yang masih tabu dengan prosedur seperti ini.
Untuk beberapa kepercayaan dan kebudayaan seperti Islam dan Yahudi, sunat memang sesuatu yang wajib dilakukan. Namun jika tidak, apa saja yang harus dipertimbangkan sampai akhirnya tiba pada keputusan untuk menyunatnya atau tidak?
Pro dan Kontra Sunat
Anak laki-laki lahir dengan tudung kulit, atau biasa disebut dengan kulup (foreskin), yang membungkus kepala penis (glans of the penis). Jika disunat, kulup tersebut akan dibuang. Studi membuktikan bahwa anak yang melakukan sunat akan menderita infeksi saluran kemih sepuluh kali lebih rendah dibandingkan yang tidak, apalagi jika sunat dilakukan di tahun-tahun pertama kelahiran. Sunat juga dapat mencegah penyakit kanker penis dan penyebaran penyakit seksual, seperti HIV. Bagi mereka yang tidak melakukan sunat, gangguan seperti infeksi, iritasi, dan peradangan sangat mungkin terjadi karena lebih mudah untuk menjaga hiegienitas penis yang sudah disunat.
Meskipun demikian, seperti operasi pada umumnya, terdapat pula resiko yang ditimbulkan dari sunat. Sekalipun tidak banyak, angka komplikasi yang terjadi pada bayi baru lahir yang disunat mencapai 0,2%-2%. Kecelakaan paling sering adalah pendarahan ringan dan infeksi lokal, masing-masing adalah kecelakaan yang mudah ditangani oleh para dokter. Salah satu bagian dari sunat yang sangat sulit adalah rasa sakit yang ditimbulkan.
Usia Ideal untuk Disunat
Jika pada akhirnya Anda memutuskan anak Anda untuk disunat, situs web babycentre menulis bahwa usia ideal seorang anak untuk disunat tergantung pada beberapa kondisi:
- Agama dan kepercayaan, serta budaya Anda.
- Apakah terdapat alasan medis lainnya untuk melakukan sunat.
- Jenis anestesi yang akan digunakan.
Jika sunat dilakukan bukan karena alasan medis, orang tua biasanya memutuskan untuk menyunat bayi mereka yang baru lahir.
Dalam kepercayaan Yahudi, sunat baru dilakukan ketika Si Kecil sudah berusia delapan tahun. Sedangkan bagi mereka yang beragama Islam, beberapa orang tua memutuskan menyunat anaknya yang masih bayi, sementara yang lainnya menunggu saat mereka sudah sedikit dewasa.
Di Skotlandia, sangat direkomendasikan untuk melakukan general anestesi sebelum bayi akan disunat. Rata-rata bayi yang disunat adalah usia delapan hingga sembilan bulan, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat anestesi yang diberikan saat operasi.
Dokter juga biasanya melakukan sunat pada bayi yang berusia dibawah lima tahun karena beberapa alasan medis. Masalah yang terjadi seperti infeksi berulang pada kepala (glans) penis atau bekas luka yang ditimbulkan oleh pembukaan kulup, juga dapat diatasi dengan melakukan sunat.
Hal yang Penting Diperhatikan Setelah Anak Disunat
Pastikan ujung penis anak Anda untuk tetap kering pada hari-hari pertama. Usahakan penis yang baru disunat mendapatkan sirkulasi udara yang cukup, hal ini penting untuk proses penyembuhan. Jika anak Anda masih bayi, cobalah untuk melakukan ‘hari tanpa popok’ tiap harinya sampai benar-benar sembuh. Penyembuhan total kira-kira membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh hari.