Hemat menggunakan listrik merupakan salah satu bentuk sikap ramah lingkungan. Sedari kecil, anak-anak sebaiknya dilatih hemat dalam menggunakan listrik.
Kehidupan moderen seperti saat ini telah membuat sebagian besar masyarakat ingin hidup serba mudah, nyaman, dan praktis. Berbagai peralatan elektronik canggih pun hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut, mulai dari mesin cuci, oven, televisi, AC, vcd player, komputer, penanak nasi, dan sebagainya. Hal ini tentu tak bisa dipisahkan dengan energi listrik. Pada berbagai peralatan elektronik tersebut, energi listrik selanjutnya akan diubah menjadi energi panas, putar, sinyal audio-video, dan lain-lain. Namun, di saat banyak orang dengan mudah memanfaatkan listrik, masih ada sebagian rakyat Indonesia yang belum dapat menikmatinya.
Penggunaan energi listrik yang semakin meningkat juga memberi dampak pada lingkungan. Sekitar 40% emisi karbon dihasilkan oleh sektor tenaga listrik. Tingginya penggunaan energi listrik membuat semakin tinggi pula emisi yang akan dihasilkan dari pembangkit listrik. Penggunaan bahan bakar fosil oleh pembangkit listrik menjadi penyebab utama timbulnya pemanasan global yang berakibat meningkatnya suhu bumi. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan lingkungan, konsumsi listrik sebaiknya dilakukan secara hemat dan efisien.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak perlu dikenalkan sikap hemat dalam penggunaan listrik. Beberapa cara sederhana berikut ini dapat Anda kenalkan kepada si Kecil.
- Mematikan lampu ketika tidak dipakai
Biasakan anak mematikan lampu saat tidak dipakai. Saat di malam hari ketika mau tidur atau meninggalkan kamarnya, Anda dapat membiasakannya untuk mematikan lampu. Selain itu, latih secara konsisten untuk mematikan lampu kamar mandi usai menggunakannya.
- Biarkan sinar matahari menyinari ruangan
Di pagi dan siang hari, buka tirai jendela supaya sinar matahari menerangi ruangan dan Anda tak perlu menyalakan lampu. Hal ini sekaligus mengajari anak untuk berhemat menggunakan listrik di pagi dan siang hari.
- Membatasi anak dalam melihat televisi
Melatih anak hemat listrik juga dapat dilakukan dengan membatasinya menonton televisi. Berikan waktu kepadanya, misalnya 1-2 jam setiap hari untuk melihat televisi, selebihnya dukung anak untuk lebih banyak bergerak dan beraktivitas.
- Menghemat penggunaan baterai pada mainannya
Alat bermain si Kecil bermacam-macam, mulai dari mobil-mobilan, boneka, sepeda, kotak musik, hingga telepon mainan. Tak jarang, mainan-mainan tersebut menggunakan baterai. Anda dapat melatih si Kecil menghemat listrik dengan tidak terus-menerus menggunakannya. Sebagai contoh, saat si Kecil bermain boneka yang dapat berbunyi, katakan kepadanya jika bonekanya terus dibunyikan maka baterai akan habis. Hal ini akan membuatnya lebih berhati-hati menggunakannya.
Semoga bermanfaat.
Baca juga:







