Ngompol menjadi hal wajar jika terjadi pada bayi atau balita. Jika anak sudah bersekolah dan masih ngompol, Ibu sebaiknya mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya.
Beberapa kali Ibu mendapati kasur anak basah usai bangun tidur di pagi hari. “Sudah besar kok masih saja mengompol,” begitu batin Ibu sambil membersihkan kasurnya. Tak hanya sekali atau dua kali, hal ini sering terjadi secara berulang-ulang Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada saja anak usia sekolah yang masih mengompol. Padahal, di usia 5 tahun, anak biasanya sudah memiliki kematangan dalam mengontrol kandung kemihnya sehingga jarang mengompol.
Penyebab
Ada beberapa penyebab anak masih mengompol di usia sekolah, seperti:
- Infeksi saluran kemih
Anak yang mengalami infeksi saluran kemih akan kesulitan menahan buang air kecilnya sehingga sering mengompol.
- Diabetes (kencing manis)
Penyakit diabetes tak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak yang masih kecil pun bisa mengalaminya. Beberapa ciri anak yang mengalami diabetes adalah makan dan minumnya banyak dan sering buang air kecil.
- Kelainan neurologis
Kelainan yang dialami oleh anak tersebut bisa terjadi karena kecelakaan atau adanya penyakit pada sistem syarafnya yang berdampak pada keterlambatan merespon sinyal ingin buang air kecil.
- Tidak biasa pergi ke toilet sendiri
Bisa jadi ia sering menanti-nanti ibunya untuk mendampinginya ke toilet hingga membuatnya mengompol karena tak sanggup menahan pipis.
- Tidak berani menyampaikan keinginannya ke toilet saat di sekolah
Saat di sekolah, ia mungkin takut mengungkapkan keinginannya buang air kecil kepada gurunya sehingga membuatnya mengompol.
Tips mengatasinya
Ada beberapa tips yang dapat orang tua lakukan untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak usia sekolah. Berikut ini tipsnya.
- Batasi jumlah cairan yang diminum anak, terutama 1-2 jam sebelum tidur di malam hari.
- Latih anak untuk berani menyampaikan keinginannya buang air kecil kepada gurunya saat di sekolah.
- Jangan mempermalukan anak dengan menceritakan kebiasaan mengompolnya kepada orang lain, termasuk teman-temannya.
- Berikan penjelasan kepada anak bahwa Anda tidak memarahinya saat ia mengompol, tetapi ingin membantunya agar tak mengompol lagi. Jelaskan kepadanya bahwa mengompol akan membuatnya tidak nyaman tidur karena celana dan kasurnya basah terkena pipis.
- Biasakan untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum tidur dan hindari memberinya makanan atau minuman yang terlalu banyak gula, garam, dan kafein.
- Berikan perhatian dan kasih sayang agar membuatnya nyaman. Hal ini akan mengurangi rasa cemas yang mungkin saja dialaminya dan menjadi penyebab sering mengompol.
Perhatikan perubahan yang dialami anak karena bisa jadi ia mengompol karena mengalami masalah dalam berkemih. Segera periksa ke dokter jika anak mengeluh sakit atau nyeri saat buang air kecil. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







06 Feb 2015
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











