Tak terasa, kini si Kecil sudah masuk sekolah dasar. Jika di preschool Anda tak pernah memberinya uang saku karena tidak boleh jajan, kini setelah masuk SD ia membutuhkannya. Namun, Anda sebaiknya membimbingnya untuk mengelola uang sakunya.
Si Kecil sangat antusias menyambut sekolah barunya, yakni sekolah dasar. Anda dan si Kecil sudah menyiapkan semua perlengkapan sekolahnya, mulai dari seragam, tas, sepatu, hingga peralatan tulis. Tak ayal, ia semakin tak sabar bersekolah.
Selain meyiapkan perlengkapan sekolah anak setiap pagi, bagian yang tak boleh terlupakan adalah menyoal uang saku. Uang saku yang Anda berikan kepada anak biasanya digunakan untuk uang transportasi dan jajan di sekolah.
Sebenarnya, tidak ada patokan waktu kapan Anda boleh memberikan uang saku kepada si Kecil. Biasanya, uang saku diberikan ketika anak sudah mulai mengenal konsep uang. Bahkan, anak-anak usia 4 tahun yang sudah mulai mengenal konsep uang dan membutuhkannya sudah bisa diberikan uang saku. Hanya saja, beberapa preschool memiliki kebijakan bahwa murid-muridnya tak boleh jajan dengan memberikan fasilitas snack dan makan siang sehingga orang tua tak perlu memberinya uang saku. Selepas anak lulus dari taman kanak-kanak dan masuk Sekolah Dasar, mungkin kondisinya akan berbeda.
Dalam memberikan uang saku kepada si Kecil, sebaiknya tak usah berlebihan. Banyak hal yang harus menjadi bahan pertimbangan, seperti mengetahui kebutuhan anak, lingkungan sekolahnya, durasi waktu sekolah, dan juga kemampuan Anda. Setiap orang tua tentu memiliki kebijakan masing-masing dalam memberikan jumlah uang saku untuk anak-anaknya.
Tak lantas hanya memberikan uang saku untuk jajan anak, Anda sebaiknya mengajarinya untuk mengelola uang sakunya sendiri. Mungkin di waktu kecil Anda kerap menyisihkan uang saku sekolah untuk membeli barang atau mainan yang sangat diinginkan. Nah, bagian ini yang dapat Anda turunkan dan ajarkan untuk si Kecil. Dalam hal ini, berarti uang saku yang diberikan setiap pagi untuknya tidak harus dihabiskan untuk jajan, tetapi untuk membiayai kebutuhan lainnya.
Anak-anak sebaiknya diajari cara mengelola uang saku supaya mereka belajar bertanggung jawab semenjak dini. Beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan.
- Ajari anak tentang prioritas
Latih anak membuat prioritas dalam membelanjakan uang sakunya. Suruh ia menyebutkan keperluan yang paling penting hingga kurang penting. Keperluan yang paling penting tersebut yang bisa didahulukan, seperti untuk biaya transportasi dan jajan di sekolah.
- Uang saku tidak harus habis
Meskipun setiap hari Anda memberi uang saku kepada anak, bukan berarti uang saku tersebut harus dihabiskan. Anak-anak bisa membeli jajan di sekolah seperlunya, misalnya jajan camilan dan minuman di saat istirahat. Sementara, uang sakunya yang masih bersisa dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti membeli buku cerita yang diinginkannya.
- Latih menabung
Uang saku yang tidak dihabiskan oleh si Kecil dapat ditabung. Belikan celengan lucu yang disukainya untuk menabung sisa uang sakunya.
Baca juga:







06 Aug 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











