Si Kecil yang kini sudah balita semakin pintar berbicara, aktif bergerak, dan sudah memiliki keinginan. Namun, Ia acap membuat Anda jengkel dengan kebiasaan buruknya, seperti mengupil di tempat umum, tidak mencuci tangan saat makan, mengamuk, merupakan beberapa kebiasaan buruk balita yang tak boleh dibiarkan.
Balita Anda kini sudah semakin besar dan pintar. Ia sudah aktif bermain bersama teman-temannya dan tidak lagi minta ditemani saat bermain di luar rumah. Dalam beberapa hal, ia juga sudah menunjukkan kemandiriannya, seperti bisa ke toilet sendiri dan belajar makan sendiri. Tentu Anda senang dengan kemajuan si Kecil ini.
Namun, sikap positifnya ternyata juga diiringi dengan beberapa sikap negatif yang kerap membuat Anda jengkel. Polah tingkah si Kecil yang cenderung negatif ini tak jarang menjadi bagian dari kebiasaannya. Wajar saja jika Anda kerap mengingatkan si Kecil untuk tidak melakukan kebiasaan buruknya. Kebiasaan buruk si Kecil ini memang tidak boleh dibiarkan karena bisa berlanjut hingga dewasa. Berikut ini diulas beberapa kebiasaan buruk pada si Kecil yang dan tips mengatasinya.
- Mengamuk di tempat umum
“Mama… Aku mau boneka Hello Kitty, mau!” begitu ucap si Kecil saat diajak ke pasar atau pusat pertokoan. Lantas menangis dan mengamuk ketika Anda tidak membelikannya. Tak hanya sekali dua kali, hal ini akhirnya menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan oleh si Kecil ketika diajak bepergian. Ia sering sekali mengamuk karena minta dibelikan sesuatu saat diajak ke tempat umum. Kemauannya pun bermacam-macam, mulai ingin dibelikan mainan, minta es krim, mau mandi bola, dan banyak lagi.
Tips mengatasinya: Berjongkok atau berlututlah agar posisi Anda sejajar dengannya, lalu beri pengertian kepada si Kecil dengan lembut namun tegas. Belikan barang untuk si Kecil berdasarkan kebutuhannya saja.
- Agresif dan main tangan
Si Kecil memang belum lancar berbicara dan belum bisa mengungkapkan kemauannya dengan kata-kata. Akhirnya, ia menggunakan tindakan untuk mengungkapkan apa keinginannya, misalnya memukul temannya saat tidak diberi pinjam mobil-mobilan atau menggigit Ibu saat menolak diminta untuk mandi. Jika hal ini kerap dilakukannya dan dibiarkan, bisa terbawa hingga ia dewasa.
Tips mengatasinya: Jika si Kecil mulai terlihat agresif terhadap temannya, sebaiknya ajak menjauh kemudian tenangkan. Tanyakan kepada si Kecil alasan memukul atau menggigit temannya. Beritahu si Kecil bahwa temannya bisa sakit kalau dipukul atau digigitnya. Kemudian, tanyakan apa sebenarnya yang diinginkannya.
- Mengorek-orek hidung atau ngupil di tempat umum
Mengorek hidung atau yang juga disebut ngupil memang wajar dilakukan anak untuk membersihkan hidung. Namun terkadang kebiasaan ngupil ini dilakukan di tempat umum dan tempat makan. Kebiasaan ngupil juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak, karena terlalu dalam mengorek-ngorek hidung dapat menimbulkan membran mocus pada bagian dalam rongga hidung terluka dan menimbulkan infeksi.
Tips mengatasinya: Ibu dapat mengalihkan perhatian anak ketika tangannya mulai memegang hidung untuk ngupil. Ambil mainannya dan sibukkan ia dengan mainan. Bisa juga dengan selalu membawakan tisu, sehingga saat anak merasa hidungnya gatal atau tidak nyaman segera mengusapnya dengan tisu tersebut.
- Lupa tidak mencuci tangan
Si Kecil yang kelelahan usai bermain kerap lupa untuk mencuci tangan dan langsung makan. Padahal, kuman-kuman yang menempel di tangannya bisa membuatnya sakit perut. Beberapa kali Ibu mengingatkan dan mengajarinya mencuci tangan, tetap saja anak sering lupa.
Tips mengatasinya: Selalu ingatkan anak untuk mencuci tangannya, terutama usai bermain, usai buang air besar atau buang air kecil, dan setiap akan makan. Ajak ia untuk mencuci tangan bersama supaya anak mudah mencontohnya. Buat peraturan dan jalankan dengan konsisten, seperti dilarang makan sebelum mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun.
- Merengek
Si Kecil kerap menunjukkan rengekannya ketika apa yang diinginkannya tidak terpenuhi. Jangan sampai rengekannya ini dijadikan alat untuk membuat Anda memenuhi keinginannya. Sebaiknya jangan membiarkan kebiasaan merengek ini hingga usianya semakin besar dan duduk di bangku sekolah nanti.
Tips mengatasinya: Jelaskan kepada anak untuk tidak merengek dan mengungkapkan keinginannya melalui kalimat yang mudah dimengerti.
- Mengisap jari dan jempol
Kebiasaan mengisap jari dan jempol sering dilakukan balita karena merasa tidak nyaman dalam dirinya. Jika dibiarkan, ia akan terus melakukan ini hingga usia sekolah dan akan mengganggu bentuk pertumbuhan giginya kelak.
Tips mengatasinya; Ibu dapat mengalihkan perhatian si Kecil jika ingin memasukkan jempol atau jarinya ke mulut. Ajak ia bermain atau berikan mainan untuk dipegangnya sehingga mengurangi kemungkinan untuk memasukkan jempol atau jarinya ke mulut.







