IbudanMama

6 Kegiatan Agar Anak Tidak Bosan Berpuasa

Anak-anak mungkin antusias menjalankan puasa Ramadan di awal-awal saja. Kian hari berbagai godaan menghampirinya untuk tidak lagi ikut berpuasa. Salah satu penyebabnya adalah rasa bosan. Orangtua bisa mengajaknya terus berpuasa dan menghindarkannya dari rasa bosan dengan berbagai aktivitas saat Ramadan.

Kebahagiaan Ramadan yang sudah dinanti-nantikan umat Muslim juga memberikan pengalaman tersendiri bagi anak. Dari mulai semangat ingin ikut berpuasa, selalu ingin terlibat saat sahur dan berbuka, dan banyak lagi. Memang, membiasakan anak-anak untuk ikut berpuasa sangat disarankan. Karena ia akan memahami makna puasa sedari kecil dan menjalankannya sebagai kewajiban umat Muslim sampai usianya dewasa nanti.

Namun, rasa antusias berpuasa di bulan Ramadan kapan pun bisa berubah. Anak jadi malas-malasan bangun sahur, menghitung berapa jam lagi waktu berbuka, dan malas melakukan apa pun. Apalagi pada jam-jam rawan, yakni ketika mereka pulang sekolah. Ketika mereka pulang sekolah, rasa lapar dan haus memang sering kali mereka alami. Apalagi jika panas matahari begitu terik dan membuat dahaga kering. Ditambah lagi sepulang sekolah mereka tak disibukkan dengan aktivitas.

Ketika di sekolah, anak-anak cenderung sibuk mengikuti pelajaran sehingga bisa melupakan rasa laparnya. Sedangkan di rumah, waktu untuk istirahat dan berdiam diri membuatnya bosan dan cenderung tergoda untuk membatalkan puasa. Bahkan, sering terlihat ia berada di samping jam duduk dan menghitung berapa lama lagi waktu berbuka karena sudah tak sabar. Tentu hal ini harus diatasi oleh orangtua, jangan sampai anak batal puasanya di tengah jalan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindarkan anak dari godaan membatalkan puasa adalah dengan mengisi berbagai kegiatan di waktu senggangnya, misalnya dari siang sampai sore hari menjelang waktu berbuka tiba. Selain untuk mengusir rasa bosan yang kapan saja akan menghampirinya, fokus anak pun bisa dialihkan pada berbagai kegiatan yang dilakukannya itu. Anda bisa mengisi kegiatan anak saat berpuasa di rumah, atau sengaja memasukkannya pada kegiatan-kegiatan khusus Ramadan di masjid atau musala. Lalu apa saja kegiatan yang bisa dilakukan? Ada berbagai kegiatan yang bisa dilakukan, mulai dari mengaji bersama, membaca, mendongeng, memasak untuk menyiapkan berbuka, dan membuat aneka kerajinan.

Mengaji bersama. Kegiatan mengaji bersama dapat ibu lakukan bersama anak-anak di rumah. Jadwalkan kegiatan mengaji ini sehingga konsisten dilakukan setiap harinya. Bisa juga ibu memasukkan anak ke TPA Ramadan, biarkan mereka mengaji bersama teman-teman dan guru mengajinya. Dengan mengaji, fokus anak akan tertuju pada kegiatannya dan tak lagi menghitung berapa jam lagi waktu berbuka akan tiba. Jika ibu memilih mengaji bersama anak dilakukan di rumah, ibu bisa menentukan waktunya, misalnya pukul 14.00-15.30.

Membaca. Membaca bisa menjadi pengisi waktu berpuasa dan pengusir rasa bosan. Sebelum Ramadan tiba, ajak anak-anak ke toko buku untuk membeli buku-buku favoritnya. Biasanya novel anak, komik, cerita petualangan anak-anak, dan cerita humor menjadi buku pilihan anak-anak. Sebenarnya jika rumah ibu dekat dengan tempat persewaan buku dan komik, tak harus membelinya dan bisa menyewa. Selain lebih irit, anak bisa menyewa dalam jumlah yang banyak dan membacanya di rumah.

Mendongeng. Anak-anak paling suka didongengi, pasti ibu bisa melakukannya. Saat menunggu waktu berbuka tiba, mendongenglah untuk mereka, pasti mereka antusias dan tidak tergoda untuk membatalkan puasa. Mendongeng dengan melibatkan anak-anak dengan pertanyaan-pertanyaan dan gaya mendongeng yang menyenangkan tentu membuat mereka senang. Apalagi jika dongengnya lucu, gelak tawa pun akan terdengar dari kegiatan ini.

Memasak untuk menyiapkan berbuka. Mengajak anak sibuk di dapur untuk menyiapkan menu buka puasa bisa dicoba. Namun, ingatkan mereka untuk menahan mencicipi makanan karena belum waktunya berbuka. Ibu bisa pula sengaja membuat menu yang unik dan memikat ketertarikan anak, misalnya dari bentuknya. Libatkan mereka untuk menghiasnya, contohnya dadar telor diberi mata dan mulut dari irisan sosis dan hidung dari brokoli rebus. Antusias anak-anak untuk menghias sendiri dan melihat hasil kreasinya akan membuatnya tak fokus menunggu-nunggu waktu berbuka tiba.

Membuat aneka kerajinan. Berkreasi dengan anak di bulan Ramadan sangat menyenangkan. Selain mengajari anak kreatif, tentunya untuk menghindari rasa bosan. Ada berbagai kerajinan yang bisa dicoba, misalnya kain flanel, clay, bunga-bunga dari sedotan, rajut, dan lain-lain. Serunya lagi jika kerajinan yang dibuat ini bisa dijual. Jadi, Ramadan semakin menyenangkan dan rezeki dari menjual aneka kreasi pun bisa diraup.

Menata rumah. Kegiatan menata rumah bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu saat puasa. Mengubah posisi foto keluarga, mengganti vas bunga, mengganti gorden, merapikan posisi kursi, dan sebagainya bisa dilakukan. Namun, Anda dan anak tak boleh terlalu lelah dengan mengangkati perabot yang berat karena sedang berpuasa. Lakukan yang ringan-ringan dan jangan paksakan diri jika tidak memungkinkan untuk dilakukan. Kegiatan menata rumah ini bisa sekalian sebagai persiapan menyambut lebaran nanti.