Ajari Anak Berterima Kasih

ajari anak berterima kasih

Mendengar anak mengucapkan “terima kasih” kepada ibunya tentu membuat ibu senang bercampur bangga. Namun, kebiasaan untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ saat diberikan sesuatu atau diambilkan mainannya ini tidak serta-merta hadir dalam diri balita. Hal ini perlu diajarkan dan dibiasakan oleh orangtuanya.

Saat ini banyak anak sedari kecil sudah disediakan mainan serba mewah, pakaian, sepatu, dan kebutuhan lainnya, bahkan terkadang tanpa harus diminta anak. Memang membelikan apa pun kebutuhan dan kesukaan anak merupakan wujud kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Namun, hal ini bisa juga mengarah pada memanjakan anak jika anak hanya dijejali limpahan materi.

Seringkali, setelah melihat temannya dibelikan mainan baru, anak langsung memaksa orangtuanya untuk dibelikan. Jika tidak dibelikan, ngambeg, menangis, dan marah-marah karena kesal akan dilakukannya lantaran ingin memiliki mainan baru layaknya temannya. Bahkan, terkadang orangtua yang hanya melihat teman sepermainan anaknya memiliki mainan baru pun langsung berinisiatif membelikan karena berpikir, nanti si kecil pasti minta. Lantas, bagaimana sikap si kecil setelah Anda belikan mainan baru? Ia tentu girang bukan kepalang. Apakah Anda hanya menginginkan mereka senang karena apa yang mereka inginkan telah tercapai?

Sebenarnya, anak-anak harus dilatih memahami bahwa setiap apa yang mereka dapatkan adalah hasil kerja keras dan usaha orangtuanya. Oleh karena itu, jika Anda selaku orangtuanya telah membelikannya mainan atau barang yang mereka inginkan lalu disambut dengan kata ‘terima kasih’ diiringi keceriaan anak tentu akan lebih membahagiakan lagi. Sikap tersebut merupakan wujud penghargaan anak terhadap orangtuanya sekaligus rasa syukur karena mendapatkan kebahagiaan dibelikan sesuatu oleh orangtua.

Memang, balita harus terus dibiasakan untuk dapat mengucapkan ‘terima kasih’ setiap mendapatkan kebahagiaan, berupa dibelikan sesuatu, diberi makanan oleh orang tua atau orang lain, atau diberi pertolongan. Tak hanya Anda, orang lain yang melihat sikap buah hati yang pintar berterima kasih saat diberikan sesuatu pun pasti ikut senang. Kelak, saat anak dewasa ia akan tumbuh menjadi pribadi yang siap dengan dunia sosialnya dan mampu bersosialisasi dengan baik karena mau menghargai orang lain. Bagaimana cara membiasakan anak berterima kasih? Yuk simak caranya berikut ini.

  1. Jadikan diri Anda contohnya
    Anak balita biasanya masih susah untuk diberi tahu. Sehingga, mengajarinya dengan mencontohkan diri Anda lebih mudah diterimanya. Berikan contoh pada hal-hal yang sederhana, misalnya Anda menyuruh si kecil mengambilkan sepotong cake di meja. Anda bisa mengucapkan terima kasih sambil menciumnya. Bisa juga, saat ada tetangga memberikan makanan ke rumah Anda. Coba ajak si kecil mendekat lalu Anda berterima kasih kepada tetangga tersebut, sambil mengajak anak bersama-sama berterima kasih. “Nih dikasih opor sama Budhe Santi, kalau di kasih gimana Dek? Terima kasih ya Budhe.” Dengan begitu, lama-lama anak akan terbiasa berterima kasih jika diberikan sesuatu seperti yang dilakukan ibunya.
  2. Rangsang dengan hadiah
    Hadiah adalah hal yang paling disukai anak-anak. Mereka akan senang jika diberi hadiah oleh orangtuanya. Apalagi hadiah tersebut adalah barang yang diinginkannya, misalnya mobil-mobilan atau boneka. Saat memberikan hadiah, Anda bisa sekaligus merangsangnya untuk belajar berterima kasih. “Dek, Bunda punya hadiah buat Adek lho, nih.” Pasti si kecil sudah tak sabar ingin segera meraih hadiah itu dari tangan Anda. Saat ia mendekat, jangan langsung diberikan. Anda bisa merangsangnya untuk berterima kasih, dengan melontarkan pertanyaan padanya. “Eits, sebentar, kalau Bunda berikan hadiah ini, Adek bilang gimana?” Dengan pertanyaan itu, biarkan ia berpikir sejenak, jika tidak  bisa Anda bisa membimbingnya sampai ia bisa mengucapkan, “Terima kasih Bunda sayang.” Selanjutnya, hadiah tersebut baru bisa diterimanya.
  3. Beri apresiasi dengan pujian saat anak bisa mengucapkan terima kasih
    Suatu ketika si kecil dengan spontan mengucapkan terima kasih kepada Anda saat diberi biskuit. Anda tentu bangga, si kecil ternyata sudah bisa berterima kasih tanpa diajari. Nah, supaya ia terbiasa berterima kasih, Anda bisa memberikan pujian kepada si kecil. Sederhana saja, misalnya dengan mencium keningnya sambil berkata, “Terima kasih kembali untuk jagoan Bunda, duh Adek pintar berterima kasih sama Bunda nih!” Dengan begitu, anak pun akan senang dan ingin mengulanginya lagi di kesempatan lain untuk berterima kasih.
  4. Bersyukur setiap hari
    Anda bisa mengajak anak untuk belajar bersyukur setiap hari. Tanyakan hal-hal yang didapatkan si kecil hari itu, misalnya diberi uang untuk jajan oleh kakek, dicium ayah sebelum berangkat kerja, dikasih mainan sama teman, makan dengan menu favorit, dan sebagainya. Katakan pada si kecil, bahwa apa yang didapatkannya dan dimilikinya hari itu harus disyukuri. Bersyukur merupakan wujud ungkapan terima kasih atas nikmat yang telah diterima. Dengan selalu bersyukur setiap hari, berarti Anda pun juga melatih anak untuk berterima kasih.

Anak-anak, terutama balita memang harus terus dipoles sikap sopan santun berterima kasihnya, sehingga ibu harus bersabar jika si kecil masih sering lupa berterima kasih jika mendapatkan sesuatu. Tenang saja, lambat laun dia makin terbiasa berterima kasih kok Bu.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :