Anak Lebih Dekat dengan Sang Ayah? Coba Lakukan Tips Ini

Mam, pernahkah di suatu hari yang kacau, Anda masuk ke kamar anak-anak Anda untuk mengecek apakah mereka sudah tertidur, namun setelah melihat mereka malah terlintas banyak pertanyaan? “Apakah saya sudah menjadi ibu yang baik?” “Apakah hari ini saya sudah mengatakan bahwa saya sangat mencintai mereka?” “Apakah hari ini saya terlalu banyak mengomel?”  Atau, apakah Anda sedang merasa anak-anak Anda tidak nyaman jika berada di dekat dengan Anda dan lebih memilih bermain dengan Sang Ayah?

 

Menyadari bahwa anak Anda mulai pilih kasih antara Anda dan Sang Ayah memang situasi yang sulit. Namun, cobalah untuk tidak menyikapi hal ini secara berlebihan. Anak yang tiba-tiba selalu mencari keberadaan ayahnya adalah sesuatu yang normal, terlebih jika anak Anda adalah balita atau di usia-usia belum sekolah.

 

Vanessa Lapointe, seorang psikolog, dalam situs web Today’s Parent menyatakan bahwa pada awalnya anak-anak (khususnya balita) tidak bisa membedakan siapa pengasuh mereka hingga usia dua tahun, usia dimana diri mereka mulai berkembang. Ketika mereka mulai menyadari bahwa ayah dan ibu adalah dua orang yang berbeda, mereka juga mulai menyadari bahwa dunia ini memiliki banyak macam orang yang bisa dijelajahi. Lapointe menambahkan, di masa-masa ini anak akan melihat sosok ayah menjadi sosok baru yang menarik karena selama ini ia merasa telah menjadi “part of mom” dalam jangka waktu yang lama.

 

Mam, jika Anda sedang mengalami fase ini, usahakan supaya Anda tidak terlihat kecewa atau tersakiti. Pastikan saja bahwa Anda siap untuk bermain dengan mereka jika mereka ingin bermain dengan Anda. Selain itu, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyikapi hal tersebut.

  1. Miliki reaksi yang benar

Bayangkan jika setiap Anda memasuki ruangan, ada seseorang yang selalu menyambut Anda dengan senyuman. Bukankah akan menyenangkan? Oleh sebab itu, pikirkan hal ini setiap Anda bertemu dengan anak-anak Anda. Senyuman Anda akan membuat mereka merasa sangat nyaman tentang diri Anda, juga tentang diri mereka sendiri.

  1. Tetap dekat

Pilihlah aktivitas yang membuat anda dengan anak Anda selalu berdekatan. Seringkali yang terjadi, Anda membiarkan Sang Ayah asik bermain dengan anak-anak karena Anda sibuk melakukan tugas lainnya. Cobalah untuk berkomunikasi dengan Sang Ayah bahwa Anda ingin ikut bergabung dalam aktivitas mereka.

  1. Cobalah menghargai mereka

Jangan terlalu ketat dengan jadwal yang telah Anda buat. Jika anak-anak Anda sedang bersenang-senang, nikmatilah waktu tersebut, bergabunglah dengan mereka. Bukanlah suatu masalah besar jika makan malam keluarga Anda harus sedikit terlambat atau Anda harus menunda mencuci hingga esok hari.

  1. Tunjukan kasih sayang Anda

Menunjukkan kasih sayang memiliki banyak cara. Misalnya, daripada Anda hanya mengantar anak-anak Anda ke kamar tidur, mematikan lampu, kemudian meninggalkan mereka, bukankah lebih baik untuk menemani mereka sedikit lebih lama? Bacakan beberapa buku, ceritakan beberapa cerita, atau mengeloni dengan kasih sayang. Pastikan Anda menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak Anda ketika Sang Ayah tidak berada di sekitar Anda.

 

Mam, banyak hal yang dapat dilakukan ketimbang harus cemburu dengan keberadaan Sang Ayah, cobalah untuk menyikapi hal ini dengan lebih dewasa. Jangan biarkan anak-anak kebingungan, tetaplah limpahi anak-anak mereka dengan kasih sayang.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :