Apakah Cokelat Baik Dikonsumsi Oleh Anak-anak?

Cokelat menjadi makanan yang digemari anak-anak. Namun, banyak orang tua khawatir ketika si Kecil sering mengonsumsi cokelat.

Anak-anak memang suka makan makanan manis seperti cokelat. Saat jajan, makanan ini tak pernah terlewat untuk dibelinya. Berbagai makanan dengan bahan cokelat pun menjamur di pasaran, seperti roti berisi selai cokelat, biskuit cokelat, wafer cokelat, stik cocol cokelat, dan banyak lagi. Tak ayal, cokelat menjadi makanan yang tak bisa jauh dari anak.

Banyak orang tua yang merasa cemas melihat si Kecil yang hobi sekali makan cokelat. Selain membuat gigi anak cepat rusak, banyak anggapan yang mengatakan bahwa dengan sering mengonsumsi cokelat bisa membuat tubuh gemuk. Benarkah demikian?

Manfaat cokelat
Berdasarkan hasil penelitian ternyata menunjukkan bahwa cokelat memiliki banyak manfaat dalam pertumbuhan anak, seperti:

  • Cokelat mengandung lemak nabati yang baik
    Louis Tahuhadi, seorang pakar cokelat, menyatakan bahwa cokelat mengandung lemak nabati yang baik. Gigi rusak dan kegemukan pada anak disebabkan kesalahan memilih cokelat dan makanan yang mengandung gula, misalnya donat dengan topping cokelat. Bukan cokelat yang membuat anak gemuk, tetapi kandungan gula dalam donat tersebut.
  • Cokelat membuat anak merasa senang
    Dengan mengonsumsi cokelat dapat mendorong pelepasan endorfin. Endorfin adalah sejenis hormon yang dapat mengubah suasana hati menjadi senang.
  • Cokelat dapat memicu semangat anak
    Berdasarkan sebuah riset, konsumsi cokelat dapat membuat anak lebih bersemangat dan juga melindungi perkembangan sel.
  • Sebagai antioksidan
    Cokelat hitam mengandung antioksidan yang bermanfaat dalam melindungi tubuh dari radikal bebas.
  • Melancarkan sistem pencernaan
    Cokelat mengandung magnesium yang dapat melancarkan pencernaan dan membantu proses regulasi saraf dan kardiovaskular.

Memilih cokelat yang baik untuk anak
Pilih cokelat yang berkualitas dengan kandungan lemak nabati yang baik. Cokelat yang berkualitas baik terbuat dari cocoa butter dan bukan dari vegetable fat. Cokelat yang berkualitas baik biasanya lebih lumer di mulut saat dimakan. Cokelat yang berasal dari cocoa butter lebih mudah mencair dibanding cokelat lainnya. Anda juga dapat memeriksa label cokelat untuk mengetahui apakah cokelat tersebut terbuat dari cocoa butter.

Hindari pemberian cokelat jelang waktu makan anak
Mengonsumsi cokelat jelang waktu makan dapat membuat anak merasa kenyang. Tak jarang, anak jadi susah makan setelah mengonsumsi cokelat. Hal ini kerap menjadi problema bagi para Ibu, sehingga sebaiknya anak diperbolehkan konsumsi cokelat setelah waktu makannya selesai.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :