Hubungan keluarga yang harmonis memang selalu jadi keinginan semua keluarga di dunia. Dengan hubungan yang harmonis, perjalanan cinta yang bertahan lama juga akan dengan mudah dicapai. Salah satu cara untuk mencapai hubungan yang harmonis adalah menjaga agar tetap ada hasrat antara Mam dan Ayah.
Hasrat yang selalu menyala antara Mam dan Ayah akan menimbulkan hubungan yang selalu romantis. Kedua belah pihak, baik Mam atau Ayah, sama-sama memberikan perhatian lebih dan tentu memahami satu sama lain dengan seksama. Lantas, bagaimana cara agar menjaga hubungan dengan ayah agar selalu menyala? Berikut ini jawabannya.
Jadilah Pribadi yang Mandiri
Pribadi yang terlalu bergantung pada pasangan justru akan membuat pasangan merasa bosan. Oleh karenanya, sesekali pergilah bersama teman-teman Mam. Hal ini menunjukkan bahwa Mam adalah pribadi yang mandiri. Jika Mam memiliki suasana hati yang bersemangat dan gembira, maka hal positif ini akan menular kepada Ayah sebagai pasangan Mam. Ayah akan merasa berhasrat apabila Mam memancarkan aura positif.
Namun, perlu juga diperhatikan bahwa jangan terlalu sering melakukannya. Hal ini justru akan mengakibatkan Ayah mengalami kecemburuan dan akhirnya malah berujung pada pertengkaran.
Jangan Pernah Berpikir untuk Mengubah Kepribadian Ayah
Mungkin beberapa kebiasaan buruk Ayah membuat Mam jadi sedikit stres. Kebiasaan seperti tidak memasukkan pakaian kotor ke bak cucian, meski berkali-kali Mam ingatkan, tidak dihiraukan sama sekali. Janganlah mencoba merubah kepribadian Ayah dengan marah-marah tidak terkendali. Cintailah dia. Fokuslah terhadap apa yang jadi keunggulan Ayah, jangan malah sebaliknya. Bila berpikir sebaliknya, maka Mam akan semakin membenci Ayah dan akhirnya akan berujung pada pertengkaran.
Praktikkan Rasio Kepositifan 20:1
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. John Gottman menemukan bahwa hubungan pasangan yang bertahan lama selalu memiliki rasio kepositifan 20 banding 1. Artinya, untuk setiap momen negatif, pasangan yang bahagia selalu punya 20 momen positif. Momen-momen tersebut bisa saja sederhana, antara lain tersenyum, saling tertawa bersama, tatapan yang penuh cinta, atau sentuhan yang penuh kasih sayang. Bila Mam memang belum melakukannya, tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Taburi hari-hari Mam dengan ungkapan kasih sayang seperti “Aku sayang kamu”, “Terima kasih”, “Wow, kamu luar biasa”, atau “Aku suka melihatmu melakukan hal itu”.
Ketika Bosan, Tingkatkanlah Rasa Sayang
Lakukan kegiatan baru bersama-sama. Mam dan Ayah pasti punya banyak memori indah tentang saling jatuh cinta. Namun, jangan berhenti sampai di situ. Ciptakan memori baru dengan menyempatkan ruang dan waktu untuk saling mencintai satu sama lain. Lakukan hal-hal yang Mam dan Ayah sukai, mungkin sesuatu yang Mam ingin lakukan tapi belum pernah terwujudkan. Kejutan dan misteri akan melepaskan dopamine dari otak yang selalu terhubung dengan cinta yang romantis. Namun bukan berarti Mam dan Ayah harus selalu jalan-jalan dan menghabiskan uang. Cukup dengan memaksimalkan waktu-waktu bahagia berdua maka cinta dan perasaan ingin selalu bersama akan tetap terbaharui setiap saat.
Cari Tahu Kesukaan Ayah yang Belum Mam Ketahui
Apa yang jadi kesukaan Ayah? Pasti ada sesuatu yang Mam belum tahu tentang Ayah. Selidikilah dengan membangun kebiasaan untuk berbincang setiap harinya. Cukup sepuluh menit saja setiap hari, bicarakan tentang sesuatu selain pekerjaan, keluarga, atau apa yang harus seseorang lakukan di rumah atau keadaan hubungan Mam dan Ayah.
Bila Mam belum tahu bagaimana memahami kesukaan Ayah, cukup ajukan pertanyaan sederhana seperti “Apa yang jadi kebanggaan Ayah tahun ini?” atau “Kalau Ayah menang lotere, Ayah mau jalan-jalan kemana?”. Pertanyaan seperti itulah yang akan memancing Ayah untuk mengungkapkan keinginan terdalamnya dan Mam pun semakin memahaminya dari dalam.
Itulah beberapa cara yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta dan mengembalikan hasrat cinta yang mulai redup. Jangan sampai keinginan untuk saling mencintai satu sama lain terhapuskan dengan pekerjaan sehari-hari. Tumbuhkan cinta dari dalam diri. Ini saatnya Mam dan Ayah untuk kembali cinta satu sama lain dan saling menyayangi seperti saat baru pertama bertemu. Siapkah Mam untuk jatuh cinta lagi dengan orang yang sama?






