6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda

Ibu hamil sering kali mengalami tanda-tanda terjadinya keputihan, terutama bagi yang sedang hamil muda, berikut beberapa cara terbaik untuk mengatasinya.

Bisa dikatakan bahwa semua perempuan yang sudah memasuki masa subur pasti mengalami keputihan, terutama ibu hamil. Bahkan keputihan lebih sering terjadi pada ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh kondisi psikologis ibu hamil akibat perubahan hormon yang terjadi saat hamil, terutama diawal kehamilan dimana mereka masih belum mampu mengontrol emosinya. Oleh sebab itulah, keputihan biasanya mulai muncul di awal kehamilan atau pada trimester pertama.  

Akan tetapi, keputihan juga bisa terus berlangsung hingga trimester akhir. Hal ini masih terkait dengan kondisi psikologis mereka yang sering ups and downs selama kehamilan, seperti sering stres, atau terlalu lelah, atau akibat peningkatan produksi cairan vagina dan penurunan keasaman vagina selama kehamilan yang akhirnya memicu keputihan.

Keputihan saat hamil dapat dikatakan normal apabila cairan yang keluar berwarna bening atau sedikit kekuningan dan encer atau agak kental. Namun jika cairan lengket dan berbau, mengakibatkan gatal-gatal pada organ kewanitaan Anda, berwarna kuning atau kehijauan atau bercampur dengan darah, serta berasa panas dan/atau nyeri ketika sedang buang air kecil, maka dapat dikatakan abnormal. Bila ibu hamil mengalami kondisi-kondisi ini, atau jika keputihan yang dialami disebabkan oleh infeksi, maka sebaiknya segera konsultasikanlah ke dokter atau bidan Anda, karena hal tersebut dapat mengganggu perkembangan janin.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengatasi keputihan:

  1. Jagalah selalu kebersihan organ intim dengan membersihkannya setiap kali selesai buang air kecil atau besar. Jangan lupa untuk selalu membasuhnya dengan cara yang benar, yaitu dari arah depan ke belakang.
  2. Gunakanlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun dan mudah menyerap keringat.
  3. Hindari penggunaan sabun mandi yang sebagian besar mengandung soda, atau kurangi penggunaan sabun pembersih vagina yang bersifat antiseptik. Saat membersihkannya, gunakan air kucuran. Hindari menggunakan air yang sudah tertampung di dalam ember atau bak mandi. 
  4. Sebaiknya hindari pemakaian pantyliner, karena bahan kapas pantyliner bisa menyebabkan bakteri berkembang biak dengan mudah.
  5. Hindari mandi berendam dengan air panas atau hangat, karena jamur yang menyebabkan keputihan lebih mudah tumbuh dan/atau berkembang di suhu hangat.
  6. Kurangi mengkonsumsi makanan “junkfood” atau siap saji, atau makanan yang mengandung bahan pengawet atau gula yang cukup tinggi, atau jenis makanan yang mengandung ragi, atau membeli makanan yang dikemas dalam bentuk kering (karena umumnya makanan yang dikeringkan mengandung gula fruktosa yang cukup tinggi yang dapat meningkatkan produksi hormon pada organ kewanitaan Anda).

Terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa dalam membesarkan dan menjaga buah hatinya telah menginspirasi saya untuk menularkan semangat hebat sosok wanita tersebut dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat membantu para ibu dan mama dalam merawat dan memelihara buah hati tercinta.

Related Posts

Comments :