Sebetulnya, mendengkur adalah hal wajar yang dalami setiap orang. Ada yang mendengkur di saat-saat tertentu, ada yang setiap hari hingga menjadi kebiasaan. Penyebab mendengkur ini bermacam-macam, bisa karena kecapekan atau kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dilakukan. Nah, bagi orang yang mendengkur, mungkin hal tersebut tidak memberikan dampak khusus yang berarti. Rasa tidak nyaman justru akan dialami oleh pasangan mereka. Suara keras dengkuran membuat pasangan tidak bisa tidur nyenyak. Jika Ayah suka mendengkur sehingga menyebabkan Mam sudah tidur di malam hari sebaiknya beritahukan cara-cara berikut pada Ayah untuk mengatasinya.
Menjaga Kebersihan di Sekitar Tempat Tidur
Kondisi bantal dan seprei yang kurang bersih bisa menjadi sarang kuman dan debu untuk menempel. Debu termasuk zat alergen bagi sebagian orang yang hidungnya sangat sensitif. Debu yang terbawa udara dan masuk ke hidung dapat menyebabkan iritasi di saluran pernapasan. Hal ini akan berakibat pada penyempitan saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang menyempit disertai pembengkakan pada selaput tenggorokan, dapat menimbulkan bunyi ketika kita bernapas saat tidur. Untuk itu, bersihkan seprei dan sarung bantal secara berkala. Jika perlu, jauhkan hewan piaraan ketika tidur.
Menghindari Minuman Keras
Minuman beralkohol dapat menyebabkan otot-otot di sekitar tenggorokan melemas. Otot yang melemas ini berisiko meningkatkan terjadinya getaran bunyi ketika bernapas saat tidur. Selain alkohol, obat penenang juga akan memberikan efek samping yang sama. Jadi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol dan hanya minum obat penenang minimal lima jam sebelum tidur.
Berolahraga Secara Teratur
Aktivitas yang satu ini memang terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan. Olahraga selain memperlancar peredaran darah dan meningkatkan metabolisme tubuh ternyata juga bisa dijadikan cara untuk mengurangi frekuensi mendengkur, lho. Olahraga akan menguatkan otot-otot tubuh, termasuk otot di sekitar leher. Otot leher yang kuat bisa mencegah terjadinya penyempitan saluran pernapasan sehingga bisa mengurangi risiko terjadinya dengkuran saat tidur. Tapi ingat, olahraga ini harus dilakukan secara rutin, ya.
Berhenti Merokok
Asap rokok selain dapat menyebabkan peradangan pada saluran tenggorokan juga bisa menyempitkan saluran pernapasan. Hal ini dapat meningkatkan risiko mendengkur. Untuk itu, perlu menghentikan kebiasaan ini. Memang kebiasaan merokok ini relatif susah dihilangkan, tapi yakinkan pada Ayah bahwa ia bisa melakukannya secara bertahap. Kurangi jumlah batang rokok per hari sedikit demi sedikit. Selain mengurangi kebiasaan mendengkur, berhenti merokok juga baik untuk kesehatan jantung, bukan?
Ternyata, penyebab mendengkur bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang mungkin bahkan kita tidak menduganya, seperti merokok dan konsumsi alkohol. Selain itu, kebersihan di sekitar kita juga ikut andil menjadi penyebab Ayah mendengkur. Untuk itu Mam, jika Ayah memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol, bicarakan baik-baik untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan minta agar ia lebih rajin berolahraga. Kebiasaan mendengkur jika dibiarkan dapat menyebabkan apnea tidur lho, Mam.







20 Jan 2017
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar