Buku: Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven)

“Siapa lima orang yang akan Anda temui di surga?”

Setelah sebelumnya merilis buku Tuesday with Morrie yang kemudian menjadi bestseller versi New York Times, Mitch Albom kembali menyita banyak perhatian dengan The Five People You Meet in Heaven. Bercerita tentang Eddie, pria berusia 83 tahun, veteran perang yang menghabiskan sisa hidupnya sendirian, bekerja di taman bermain, dan merasa hidupnya tak lagi berarti. Hingga suatu hari, tepat di ulang tahunnya yang ke 83, sebuah kecelakaan merenggut nyawanya saat ia berusaha menyelamatkan seorang anak perempuan yang akan tertimpa wahana permainan yang rusak.

Cerita kemudian bergulir ketika Eddie ‘terbangun’ setelah kematiannya. Alih-alih berada di surga, taman yang indah yang selama ini ia bayangkan, ia malah berada di tengah padang awan, dimana Eddie akan dipertemukan dengan lima orang yang tanpa ia sadari telah mengubah jalan hidupnya. Kelima orang ini akan menjawab setiap pertanyaan Eddie mengenai hidupnya yang selama ini ia anggap tak bermakna.

Di dalam buku ini, Anda akan diajak mengikuti kembali kilasan-kilasan penting yang terjadi pada Eddie dari kecil hingga akhir hidupnya. Gaya penuturannya yang melankolis, tanpa berkesan cengeng membuat Anda merasakan kepedihan Eddie akan ketidakpedulian sang ayah ketika ia kecil, perasaan bersalah karena tidak dapat menyelamatkan temannya ketika di medan perang, hingga kehilangan terbesarnya saat istri yang sangat dicintainya meninggal dunia.

Buku ini akan mengajarkan kepada Anda bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini dan setiap akhir cerita merupakan awal bagi cerita yang lain. Albom juga mengajak Anda merenungkan sifat manusia yang selalu berusaha mencari makna kehidupan. Apakah benar kita perlu menemukan makna hidup untuk bisa bahagia? Atau sebenarnya kita bisa bahagia hanya dengan hidup sebaik-baiknya dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur? Buku ini memang tak menawarkan jawaban tentang alasan keberadaan kita di dunia atau cara menemukan makna hidup, tapi buku ini menggambarkan bahwa apapun kondisinya, we do have a ‘place’ in this world.

Kontributor yang ingin berbagi pengetahuan dengan Ibu dan Mama.

Related Posts

Comments :