Apa Yang Sebaiknya Diberikan Sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)?

Ya, akhirnya momen yang ditunggu-tunggu oleh ibu dan mama datang juga. Deg-degan, browsing melulu, baca buku, tanya ibu atau mertua untuk mengumpulkan informasi tentang MPASI sebanyak mungkin. Banyak informasi yang mengatakan lebih baik buah dulu. Tetapi banyak juga yang mengatakan lebih baik serealia. Kalau buah, kira-kira buah apa saja yang akan diberikan pada bayi? Bagaimana cara memberikannya?

Ketika bayi Anda telah mencapai usia enam bulan satu hari, maka sudah saatnya dilakukan pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Sesuai dengan rekomendasi dari WHO, MPASI sebaiknya diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, karena pemberian ASI eksklusif adalah 0-6 serta sistem pencernaan bayi sudah bekerja cukup optimal di usia 6 bulan. Selain itu, ada beberapa risiko yang timbul apabila MPASI diberikan terlalu dini, misalnya pada usia 3 bulan. Bila ini dilakukan bayi seringkali menjadi lebih rentan terkena iritasi sistem pencernaan, alergi, serta mengurangi porsi konsumsi ASI yang sebenarnya memiliki manfaat lebih banyak.

Menurut Mia Sutanto, Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), WHO dan UNICEF telah merekomendasikan kategori makanan pertama yang harus diberikan kepada bayi sebagai MPASI. Berikut adalah penjelasannya.

  • Dari pati-patian, buah-buahan, dengan tekstur yang tidak boleh encer, harus kental, karena jika terlalu encer bisa mengurangi nutrisi makanan tersebut.
  • A. F. A. T. V. A. H. (Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active, Hygiene)
    Age: Mulai pemberian, jenis, tekstur, dan jumlahnya yang disesuaikan dengan umur bayi.
    Frequency: Frekwensi pemberian berdasarkan perkembangan berat badan bayi.
    Amount: Jumlah pemberian MPASI sebaiknya sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama dan jumlahnya bisa ditambah secara bertahap.
    Texture: Tekstur bubur tidak boleh encer, karena nutrisi pada makanan bisa hilang dan mengakibatkan berat badan bayi tidak bertambah. Jika usia pemberian MPASI sudah dilakukan lebih dari sebulan, tekstur yang lebih kasar atau dicincang sudah mulai dapat diberikan kepada bayi.
    Variety: Jenis MPASI sebaiknya diberikan secara bervariasi dan beragam, seperti daging-daging, sayuran, makanan yang mengandung zat besi.
    Active & Responding Feeding: Biarkan bayi memegang makanannya, sehingga ia bisa mulai belajar makan sendiri.
    Hygiene: Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan untuk mengolahnya juga harus diperhatikan kebersihannya.

Masa memberikan MPASI juga merupakan saat untuk mulai mengenalkan sayur-sayuran kepada bayi sejak dini. Sewaktu memberikan sayuran kepada bayi pilihlah yang memiliki rasa manis agar disukai oleh bayi. Selain itu, jangan mencampur beberapa jenis bahan sebagai MPASI. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah bayi memiliki alergi pada jenis makanan tertentu.

Hindari juga penggunaan garam dan gula. Utamakan memberi MPASI dengan rasa asli makanan, karena pada saat bayi masih berusia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk menambah citarasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang Anda buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu alami, seperti daun salam, daun bawang, atau seledri. Pemberian madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang dapat menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism).

Beberapa pakar merekomendasikan serelia (beras atau gandum) untuk diperkenalkan pertama kali kepada bayi. Pendukung serelia ini umumnya mengenalkan bayi dengan membuat bubur beras, tentunya yang dimasak sendiri. Mengapa bubur beras? Alasannya karena bubur beras diperkaya zat besi, tinggi kalori, sangat mudah dicerna dan paling mudah diubah konsistensinya (kepadatannya). Tetapi, pakar yang lain mengatakan pemberian serelia tidak terlalu perlu, karena ASI sudah mengandung banyak karbohidrat, jadi lebih baik fokus ke sumber protein lain.

Tetapi, MPASI yang paling sering disarankan adalah buah-buahan karena para pakar percaya bahwa bayi menyukai rasanya yang tidak jauh berbeda dengan ASI. Beberapa buah pilihan yang bisa dijadikan untuk MPASI pertama pada usia 6 bulan adalah apel, pir, alpukat, dan pepaya Untuk apel dan pir bisa dikukus atau direbus dengan sedikit air agar tidak menghilangkan nutrisinya.

Pada tahapan selanjutnya, buah dan sayur bisa diselang-seling, misalnya 1 kali setiap hari, lalu meningkat hingga 2 kali. Begitu juga dengan teksturnya yang berubah secara bertahap, mulai dari sedikit encer, bubur halus, bubur kasar, kemudian kasar, hingga pada usia 12 bulan diharapkan sudah bisa diberikan makanan keluarga. Dalam panduan WHO dan UNICEF terbaru pada usia 7 bulan, Anda sudah boleh memperkenalkan daging merah dan hati ayam, karena keduanya mengandung zat besi yang tinggi.

Sebelum menjadi Feature writer, saya bekerja di World Vision Indonesia dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur. Saya menikmati bekerja bersama dengan masyarakat terutama yang fokus di bidang kesehatan Ibu dan anak. Saya juga menyukai traveling ke daerah pendalaman. Passion saya ingin membantu mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan cerdas.

Related Posts

Comments :