Menggunakan jilbab merupakan pilihan bagi setiap wanita Muslim. Selain karena perintah langsung dari Tuhan, menggunakan jilbab juga dapat menciptakan kesan anggun dan cantik bagi para wanita. Berjilbab juga akan memberikan perlindungan tersendiri bagi wanita dari niat jahat pelaku kriminal.
Ketika memutuskan untuk berjilbab, akan sangat bijak apabila Mam tetap memperhatikan kesehatan rambut dan kulit kepala. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan kulit kepala ketika seseorang menggunakan jilbab. Salah satunya adalah ketika menggunakan jilbab ketika rambut masih basah. Banyak yang menyepelekan hal tersebut. Padahal, bila ditinjau dari segi kesehatan, menggunakan jilbab ketika rambut masih basah akan memberikan banyak dampak negatif.
Dampak Negatif Menggunakan Jilbab Ketika Rambut Masih Basah
Menggunakan jilbab ketika rambut masih basah ternyata memberikan dampak negatif bagi kesehatan, baik itu secara penampilan maupun kesehatan fisik. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang paling sering terjadi ketika seseorang menggunakan jilbab saat rambut masih basah.
Rambut mudah rontok – Jilbab yang menutup rambut selagi masih basah mampu membuat rambut jadi lebih mudah rontok. Ketika rambut dalam keadaan basah, kulit kepala akan lembab sehingga jamur jadi mudah tumbuh. Selain itu, bakteri penyebab ketombe juga sangat mungkin berkembang saat rambut basah. Kuman, jamur, dan ketombe merupakan penyebab utama kerontokan rambut. Bila ketiganya berkumpul jadi satu dalam rambut Mam, tentu kemungkinan rambut rontok jadi jauh lebih besar.
Iritasi pada kulit kepala – Seperti yang diungkapkan sebelumnya, rambut yang basah ketika ditutup jilbab akan menyebabkan perkembangan bakteri dan kuman. Bila perkembangan bakteri dan kuman tidak terkontrol, maka kulit kepala dapat mengalami iritasi, apalagi untuk kulit kepala yang sensitif. Belum lagi bila ada luka yang tak sengaja didapatkan saat keramas, tentu bakteri dan kuman akan cepat menyebabkan infeksi pada luka tersebut.
Risiko sakit kepala – Menggunakan jilbab ketika rambut masih basah ternyata juga berpotensi menyebabkan sakit kepala, masuk angin, hingga demam. Hal ini sama saja ketika Mam mengenakan baju basah, kemudian bepergian ke luar ruangan. Tentu hal tersebut akan menyebabkan badan menjadi kurang sehat. Itu juga yang menjadi penyebab sakit kepala ketika menggunakan jilbab saat rambut basah.
Trik Merawat Kesehatan Rambut Berjilbab
Berkomitmen untuk menggunakan jilbab juga harus berkomitmen dengan perawatan rambut. Pasalnya, kesehatan rambut berjilbab bergantung pada cara merawat rambut itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa trik merawat kesehatan rambut berjilbab yang dapat Mam lakukan.
Rutin keramas – Rambut berjilbab cenderung bersifat asam karena keringat. Hal ini tentu membuat rambut jadi mudah rontok. Belum lagi bila banyak bakteri yang mengganggu dan menyebabkan ketombe. Untuk itu, setidaknya sering-seringlah untuk mencuci rambut Mam setidaknya dua kali sehari ketika Mam sering menggunakan jilbab sehari-harinya.
Keringkan rambut – Mengingat risiko yang bisa muncul dari penggunaan jilbab saat rambut masih basah, pastikan untuk mengeringkan rambut terlebih dahulu. Sebisa mungkin, keringkan rambut hingga benar-benar bebas dari lembab. Bila rambut Mam tebal, dapat juga dikeringkan menggunakan hair dryer, tidak hanya mengusapnya dengan handuk kering saja.
Berikan hair tonic – Rambut berjilbab sangat rentan dengan kerontokan akibat rasa panas pada kulit kepala. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Mam dapat mengaplikasikan hair tonic ke kulit kepala agar akar rambut tetap kuat dan sehat sehingga kerontokan dapat diminimalisir.
Jangan ikat terlalu kencang – Bagi yang berambut panjang, Mam pasti akan mengikat rambut terlebih dahulu sebelum mengenakan jilbab. Hindari mengikat rambut terlalu kencang karena berpotensi membuat rambut menjadi kusut dan mudah patah.
Pilih jilbab dengan bahan menyerap keringat – Jilbab dengan bahan katun adalah jilbab terbaik yang dapat Mam pilih. Pasalnya, jilbab berbahan katun dapat dengan mudah menyerap keringat sehingga kulit kepala tidak terlalu asam dan menyebabkan ketombe dan bakteri.
Sudah mengerti bahayanya menggunakan jilbab ketika rambut basah kan, Mam? Mulai sekarang, hindari kebiasaan buruk tersebut. Menggunakan jilbab bukan berarti harus mengabaikan kesehatan rambut. Mam juga wajib untuk memperhatikan kesehatan rambut agar senantiasa terlihat indah dan cantik.







22 Dec 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar