Hubungan yang telah lama dibina masih akan terasa kurang jika tidak dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Walaupun masing-masing merasa sudah mengenal satu sama lain, tapi hal itu belum cukup. Pernikahan mengikat dua individu untuk saling bekerja sama menghadapi bahtera rumah tangga. Namun sayangnya, kehidupan setelah pernikahan tak seindah masa pacaran dulu. Pasangan yang baru saja menikah akan dihadapkan pada beberapa persoalan rumah tangga. Oleh sebab itu, keduanya harus beradaptasi menghadapi hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Berikut beberapa tantangan adaptasi yang harus dihadapi oleh pasangan yang baru saja menikah.
Latar Belakang Keluarga
Latar belakang keluarga ikut membentuk karakter individu. Menikah berarti menyatukan dua latar belakang keluarga yang berbeda. Mam harus belajar menghargai perbedaan tersebut. Jika pasangan memiliki kebiasaan yang kurang sesuai dengan Mam, maka maklumi saja. Kebiasaan yang ia lakukan juga bisa jadi berasal dari keluarganya. Namun, jika kebiasaan ini berpotensi merugikan maka sebaiknya dibicarakan secara baik-baik untuk menghentikannya. Satu hal yang penting, ketika terjadi pertengkaran kecil jangan sampai menyinggung latar belakang keluarga karena akan menyakiti hati salah satu pihak.
Keterlibatan Orang Tua Istri/Suami
Pada saat terjadi pertengkaran antara suami istri, tak jarang salah satu dari mereka yang lari mengadu ke orang tuanya berharap orang tua mereka bisa membantu mengatasi masalah yang terjadi. Sebaiknya Mam tidak melakukan hal ini, ya. Selain Mam akan membuat orang tua mengetahui kekurangan suami, hal ini juga akan memperkeruh suasana. Bukannya malah selesai, orang tua yang kurang bijak justru akan memperlebar jurang perpisahan antara suami dan istri. Jadi sebisa mungkin, atasi sendiri kemelut rumah tangga yang Mam hadapi tanpa campur tangan pihak luar termasuk orang tua.
Komunikasi
Rajin-rajinlah menjalin komunikasi dengan pasangan. Kurangnya komunikasi adalah titik awal yang akan membawa pasangan pada perpecahan. Apa yang ada di pikiran Mam, belum tentu pasangan memikirkan hal yang sama. Oleh sebab itu, meskipun sudah tinggal satu atap, jangan sepelekan jalinan komunikasi ini. Semakin baik komunikasi yang dilakukan maka hubungan antara Mam dan pasangan juga akan semakin terjalin erat. Jika Mam merasa pasangan sulit diajak bicara, maka bersabarlah dan cari penyebab mengapa ia begitu.
Pikiran Negatif
Pikiran negatif mampu mendatangkan masalah. Ketika pasangan pulang terlalu larut malam, jangan langsung menuduhnya selingkuh. Jangan melihat segala sesuatu dari sudut pandang Mam sendiri, ya. Jika ada hal yang kurang berkenan dari pasangan, sebaiknya cobalah untuk berpikir positif atau bicarakan secara baik-baik dengannya. Semakin sering Mam berpikiran negatif terhadap pasangan, maka kepercayaan Mam terhadap pasangan juga akan berkurang.
Empat hal di atas merupakan tantangan yang harus Mam hadapi sebagai pengantin baru. Setiap masalah yang ada pasti ada hikmahnya. Dan setiap kali berhasil melalui persolan demi persoalan, hal tersebut akan mendewasakan Mam dan pasangan. Tetap berpikir positif, menjalin komunikasi, dan tidak mengikutsertakan pihak luar adalah cara yang baik untuk menghadap empat tantangan tersebut.







18 Jan 2017
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar