Mengalami suka dan duka dalam kehidupan pernikahan merupakan hal yang wajar. Berbagai masalah yang dialami oleh masing-masing suami istri adalah proses untuk membawa keduanya menuju kedewasaan. Pertengkaran dalam berumah tangga adalah hal yang tidak dapat dielakkan. Nah, agar kehidupan pernikahan berjalan langgeng, berikut tips dari para ahli yang bisa Mam contek.
Tidak Bertengkar dalam Keadaan Lapar
Menurut Karl Pillemer, penulis 30 Lessons For Loving, tidak baik bertengkar dalam keadaan lapar. Masalah sepele bisa menjadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut, apalagi jika Mam dan Ayah melakukannya dalam keadaan lapar. Semakin lapar seseorang, maka akan semakin mudah tersulut emosi orang tersebut karena kondisi gula darah yang rendah. Oleh sebab itu, kendalikan diri Mam ketika lapar. Alih-alih menuruti emosi karena hal sepele, lebih baik mulai mengisi perut dan dengan begitu Mam akan sedikit menjadi lebih tenang.
Menciptakan Kebiasaan Khusus Suami-Istri
Menciptakan kebiasaan khusus yang hanya melibatkan Mam dan Ayah bisa mempererat tali pernikahan. Kebiasaan ini bisa berupa sekadar meluangkan waktu bersama di pagi hari sambil minum teh di teras. Simpel, bukan? Menurut Fawn Weaver, pemilik Happy Wives Club, tidak masalah walaupun itu hal yang simpel ataupun berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut. Asal Mam bisa membiasakan hal tersebut setiap hari, maka lambat laun koneksi antara Mam dan Ayah akan semakin kuat. Selain minum teh, bisa juga dengan membersihkan rumah bersama setiap akhir pekan, memasak bersama, dan masih banyak lagi.
Melakukan Hal Baik Tanpa Diminta
Bukankah hal wajar jika kita melakukan hal baik kepada orang lain tanpa meminta pamrih? Terapkan hal ini di kehidupan pernikahan Mam. Lakukan hal-hal baik walaupun Ayah tidak meminta Mam melakukannya. Jangan mengharap imbalan untuk hal ini, tetapi lakukan dengan sukarela. Meskipun Ayah tidak menyadarinya saat ini, suatu saat perbuatan baik Mam akan terlihat juga hasilnya. Misalnya membersihkan meja, membuang sampah, dan memberi pijatan relaksasi setelah Ayah pulang bekerja. Ini akan membantu mengurangi rasa lelah Ayah setelah seharian bekerja. Marina Sbrochi, penulis dari Stop Looking for a Husband: Find the Love of Your Life, mengungkapkan bahwa melakukan hal-hal baik bisa membangun fondasi yang kuat untuk kehidupan pernikahan.
Menjadi Pioner
Ketika terjadi pertengkaran, jadilah orang pertama yang meminta maaf kepada pasangan. Semua orang pasti pernah berbuat salah, bukan? Maka dari itu, segeralah meminta maaf pada Ayah jika Mam memang berbuat salah. Sebaliknya, jika Ayah yang berbuat salah, jangan menunggu hingga Ayah meminta maaf dan tidak mengajak Ayah berbicara selama beberapa hari. Jadilah yang pertama untuk memaafkannya agar suasana kembali mencair.
Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab
Selain meminta maaf jika berbuat salah, bertanggung jawab di sini juga bisa ditunjukkan dengan memainkan peran masing-masing. Dalam kehidupan rumah tangga, peran suami dan istri pastinya sudah disepakati dari awal, bukan? Oleh sebab itu, lakukan peran secara maksimal tanpa harus merasa tidak adil karena peran ini adalah keputusan bersama antara Mam dan Ayah.
Bagaimana, Mam? Apakah Mam selama ini sudah melakukan hal-hal di atas? Yang Mam lakukan sudah benar. Jika ada hal-hal yang tidak menyenangkan, sebaiknya bicarakan dengan Ayah, jangan dipikirkan sendiri secara berlarut-larut dan justru akan membuat Mam depresi.







18 Dec 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar