Ayah Sering Berada di Luar? Coba Tips Ini

Mam, membagi tugas antara suami yang bekerja untuk kebutuhan keluarga di luar rumah dan istri yang bertanggung jawab dengan pekerjaan rumah dan mengurus anak, seringkali membuat jarak yang semakin lama semakin jauh. Jika tidak diatasi, bukan tidak mungkin jika suatu hari Sang Ayah lebih senang berada di luar ketimbang pulang ke rumah untuk bermain dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

Belum lagi jika Anda baru memiliki seorang putra tunggal, hubungan antara anak laki-laki dan ayah akan menjadi sangat kompleks. Akan ada masa dimana mereka memiliki ketertarikan dengan hal-hal yang berbeda sehingga menjadikan kedekatan mereka berkurang. Bahkan di beberapa kasus, ada ayah yang merasa tersaingi dengan kehadiran Sang Anak. Hubungan seperti ini biasanya diperparah karena komunikasi yang terjalin tidak berjalan dengan lancar, mereka sulit untuk mengutarakan perasaan yang ada. Jika salah satu dari mereka mulai merasa harus memperbaiki hubungan, mereka cenderung bingung untuk memulai dari mana.

 

Oleh sebab itu, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan supaya Ayah betah di rumah dan akur dengan anak, terkhusus jikan anak Anda laki-laki.

  1. Carilah sebuah kegemaran yang sama

Anda suka memasak, suami Anda senang berolahraga, dan anak Anda lebih gemar untuk membaca buku. Jika Anda terlalu fokus pada perbedaan yang ada, maka perpecahan sajalah yang terjadi. Anda juga tidak bisa memaksakan kegemaran satu orang pada orang lain. Anda tidak bisa memaksa anak Anda untuk menjadi atlet bulutangkis supaya bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya, atau memaksa suami Anda ikut masuk ke dapur untuk memasak dan menciptakan menu baru.

Daripada seperti itu, cobalah mencari suatu hal yang sama-sama keluarga Anda sukai. Seperti pergi berkemah misalnya. Bekerja sama menyusun tenda, berkumpul di dekat api unggun, dan menikmati suasana luar rumah dapat menjadi salah satu cara keluarga Anda menghabiskan waktu bersama. Secara tidak sadar hubungan kalian pun akan terasa lebih dekat.

  1. Jangan terlalu membatasi topik pembicaraan

Negara-negara berbudaya timur, salah satunya Indonesia, memang dipenuhi dengan hal-hal yang dianggap tabu. Pembicaraan dengan anak mengenai seks, misalnya. Padahal, dengan terbukanya komunikasi antara anak dan orang tua akan mendekatkan hubungan secara tidak langsung, Sang Ayah pun merasa bertanggung jawab atas sikap anaknya karena Ia dianggap sebagai teladan dan panutan oleh anak-anaknya. Anak-anak Anda juga dapat menjadi anak yang lebih bijaksana dalam bersikap dengan lawan jenis mereka. Di era teknologi informasi yang seperti ini, sudah bukan saatnya untuk menghindarkan anak-anak dari topik pembicaraan yang dianggap tabu. Lebih baik mereka mendapat informasi dari orang tuanya dibanding sumber informasi lainnya.

  1. Jagalah kenyamanan suami Anda

Apa yang Anda lakukan jika suami pulang kerja terlambat atau sulit bangun untuk bekerja? Apakah Anda menanti dan membangunkannya dengan sabar? Atau malah mengomeli tidak karuan? Mam, cobalah untuk menjadi istri yang menunggu suami pulang kerja dengan penuh senyuman, jam berapapun Ia pulang. Luangkan waktu pula untuk memperhatikan penampilan dan dandanan Anda. Sesekali Anda juga bisa menyiapkan makanan kesukaannya.

  1. Pendalaman rohani

Jika keluarga Anda adalah keluarga yang percaya terhadap salah satu agama, maka tidak ada yang kalah penting dari pendalaman rohani. Apapun kepercayaan keluarga Anda, pengenalan akan Tuhan secara pribadi akan membuat Anda, suami, dan anak menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam segala hal.

 

Bagaimana, Mam? Tidak sulit bukan membuat Ayah betah dirumah?

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :