Memiliki kondisi rumah tangga yang baik dan sejahtera adalah salah satu keinginan yang paling diinginkan oleh semua keluarga di dunia. Bukan munafik bila Mam sebagai wanita rela melakukan apapun untuk mempertahankan kondisi hubungan keluarga. Inilah yang menjadi kunci dalam langgengnya hubungan keluarga.
Lantas, kapan sebuah hubungan pernikahan mengalami masalah? Sebenarnya ada tanda-tanda yang dapat jadi tolak ukur kondisi pernikahan seseorang. Ketika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera diatasi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Lantas, apa saja itu? Berikut ini adalah tanda hubungan pernikahan memburuk dan cara mengatasinya.
Berlaku Kasar Satu Sama Lain
Tidak ada orang yang selalu sopan 24 jam sehari. Namun, bila kasar menjadi kebiasaan yang Mam lakukan, ini artinya ada masalah. Kekasaran yang terjadi sering kali terjadi pada Mam biasanya merupakan akibat dari sesuatu yang Ayah lakukan atau yang tidak dilakukan. Hal ini merupakan salah satu alasan Mam untuk mencari-cari kesalahan pada suami. Ini juga menunjukkan bahwa Mam tidak menghargai kerja keras suami.
Solusinya:
Pertama, tanyakan mengapa Mam berperilaku kasar terhadap dia. Apakah ini strategi pasif-agresif untuk kembali memunculkan kemesraan Mam dengan Ayah? Apakah ada masalah besar yang harus dibicarakan bersama? Setelah memikirkan pertanyaan tersebut, bicaralah dengan Ayah dan katakan hal berikut:
“Ayah, Mama tahu kita berdua adalah orang yang baik, namun Mam sadar Mama tidak melakukan hal tersebut ke Ayah. Mama minta maaf bila telah kasar dan mengecewakan Ayah. Mama akan melakukan yang terbaik untuk memperlakukan Ayah dengan lembut”
Bila tidak ada sanggahan atau penolakan dari Ayah, maka ungkapkan masalah yang Mam hadapi.
Bertengkar di Depan Anak-Anak
Bertengkar ketika sedang tidak ada orang lain mungkin akan menyakiti diri Mam dan Ayah sendiri. Namun, bila pertengkaran dilakukan di depan anak-anak, maka Mam dan Ayah juga menyakiti mereka. Hal ini akan membuat anak-anak takut sehingga kondisi psikologisnya jadi terganggu.
Solusinya:
Anak-anak mengenal orang tuanya sebagai sebuah tim yang satu sama lain saling mendukung untuk kebaikan keluarga. Ketika Mam menyalahkan Ayah di depan anak, Mam telah melukai perasaan nyaman anak. Mam ingin agar anak melihat Ayahnya sebagai lelaki yang baik. Bila Mam memperlakukan Ayah kurang hormat di depan anak, maka anak juga akan merasakan hal negatif pada Ayah juga. Minta maaflah kepada Ayah saat itu juga. Memperlakukan Ayah dengan kurang hormat juga akan menyingkirkan anak dari Ayahnya. Hal ini sangat tidak bagus. Maka dari itu, mulai sekarang, perlakukan Ayah dengan penuh hormat di depan anak-anak.
Berprasangka Buruk terhadap Satu Sama Lain
Hal ini disebut juga sebagai interpretasi negatif. Contohnya, ketika Ayah tanya “Cucian keringnya mana?” lalu Mam mendengar Ayah berteriak “Kenapa Mama tidak mengambilnya? Ini kan giliran Mama”. Di sini Mam akan merasa menjadi obyek buruk sangka dari Ayah, hal ini secara tidak sadar membuat Mam juga berpikir tentang kesalahan yang dibuat oleh Ayah. Hal ini tidak hanya meningkatkan perasaan negatif pada Ayah, namun juga meningkatkan ketidakberdayaan Ayah di mata Mam.
Solusinya:
Sebenarnya sederhana: berprasangkalah baik terhadap Ayah. Jangan membaca pesan negatif yang diungkapkan oleh ayah, bagaimana dia berlaku, atau apa yang akan dia lakukan. Bila ragu, tanyakan apa yang dia maksud sehingga Ayah memiliki maksud dan tujuan yang jelas.
Mam Tidak Suka Menghabiskan Waktu Bersama
Ketika memiliki waktu luang, Ayah bukanlah orang pertama yang jadi pilihan teman waktu luang. Parahnya, saat bersama Ayah, Mam jadi mudah terpicu amarah dan bertengkar.
Solusinya:
Satu-satunya cara agar kedekatan Mam dengan Ayah kembali adalah dengan menghabiskan waktu bersama. Ketika bersama, hilangkan diskusi-diskusi serius yang mampu memicu pertengkaran. Usahakan untuk tetap positif dan menyenangkan. Perlakukan Ayah dengan baik. Persiapkan diri Mam untuk jadi pribadi yang menyenangkan.
Itulah beberapa tanda bahwa hubungan pernikahan Mam sedang mengalami masalah dan bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikannya. Jangan sampai tanda-tanda tersebut terjadi berlarut-larut sehingga terjadi hal yang tidak Mam inginkan. Selalu berpikir positif dan tetap jaga keharmonisan rumah tangga adalah kunci hidup bahagia yang sesungguhnya.







