Komunikasi Sebagai Kiat Sukses Menjaga Kemesraan Suami Istri

Apakah Anda mencintai pasangan? Kata cinta tidaklah cukup untuk menjamin kemesraan hubungan antara pasangan suami istri. Itulah mengapa komunikasi positif sangat dibutuhkan untuk memeliharanya.

Apa yang dirasakan oleh setiap pasangan suami istri setelah menjalani kehidupan berumah tangga? Mungkin sebagian dari mereka banyak yang tidak menyangka bahwa apa yang menjadi harapan dan mimpi sebelum memutuskan untuk menikah sangatlah jauh dari realita yang dihadapi setelah menikah.

Tak jarang perbedaan pendapat, cara pandang, dan kebutuhan mencuat ketika pasangan mulai mementingkan ego masing-masing. Akibatnya, kehidupan mereka ibarat tinggal serumah tapi berbeda atap. Oleh sebab itu, mengatakan cinta saja kepada pasangan sebelum menikah tidaklah cukup untuk menjaga kemesraan hubungan suami istri, karena sangat dibutuhkan komunikasi yang positif antara keduanya sebagai fondasi untuk mewujudkan iklim kehidupan berumah tangga yang nyaman. Lantas komunikasi positif seperti apakah yang harus dijaga oleh setiap pasangan suami istri?

Diah Karim, SE., M.Si., seorang konsultan perkawinan dari Yayasan Kita dan Buah Hati dalam seminar mengenai “Merawat Kemesraan Dalam Perkawinan” pada Sabtu, 23 Februari 2013 lalu kerja sama Rumah Sakit Bersalin Asih dengan Yayasan Kita dan Buah Hati, menjelaskan bahwa terdapat tiga kiat mendengar yang perlu dijaga oleh setiap pasangan untuk memelihara komunikasi positif

di antara mereka. Apa saja kiat-kiat tersebut?

Terampil Mendengar

Menurut beliau, komunikasi positif pasangan suami istri dapat dipelihara dengan terampil mendengarkan satu sama lain. Hal ini berarti ketika sedang terjadi perselisihan di antara keduanya, setiap pasangan harus berani bicara satu sama lain dengan catatan tidak bersikap diam di depan pasangannya masing-masing. Selain itu, hindari berusaha menebak maksud, perkataan, dan perlakuan pasangan kita. Tanyakan apabila Anda tidak mengerti. Hal ini akan membuat setiap pasangan bisa mudah saling memahami dan menambah kedekatan.

Mendengar yang Benar

Dengarkanlah setiap curahan pasangan kita dengan niat yang tulus, karena mendengarkan secara benar adalah yang benar-benar berupaya untuk mengerti, menikmati, dan berusaha belajar.

Mendengar Aktif

Setiap pasangan harus mampu merumus ulang mencari kejelasan, dan memberi umpan balik terhadap setiap masalah yang dihadapi.

Komunikasi Timbal Balik

Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh pasangan kita dengan tetap memelihara kontak mata serta bergerak mendekat dengan mencondongkan kepala atau badan. Bahkan akan lebih bagus jika mengangguk atau menyela dengan mengatakan “oh.. iyah.”.

Selain itu, pasanglah ekspresi yang sesuai, misalnya melemparkan senyuman, bahasa tubuh yang terbuka, tidak melipat tangan, dan mematikan hal-hal yang dapat menganggu komunikasi yang sedang berjalan, seperti HP, TV, dan radio. Ketika sampai pada giliran kita untuk berbicara, jelaskanlah pandangan kita dengan singkat untuk mengungkapkan segala apa yang dirasakan dan dibutuhkan. Kemudian usahakan agar tidak menyalahkan. Jangan lupa juga untuk menghindari penggunaan kata “Selalu”.

Terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa dalam membesarkan dan menjaga buah hatinya telah menginspirasi saya untuk menularkan semangat hebat sosok wanita tersebut dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat membantu para ibu dan mama dalam merawat dan memelihara buah hati tercinta.

Related Posts

Comments :