Indonesia merupakan negeri yang kaya akan budaya, termasuk mitos-mitos yang diceritakan secara turun temurun. Mitos tersebut cukup beragam adanya, tak terkecuali dengan mitos-mitos kehamilan. Mungkin orang tua Mam atau bahkan Mam sendiri masih percaya dengan mitos-mitos tersebut. Oleh karenanya, mau tidak mau Mam melakukannya demi keselamatan sang jabang bayi. Lalu, apakah mitos kehamilan tersebut benar adanya?
Makan Lele Dapat Membuat Anak Jadi Licin dan Tidak Bisa Diam
Banyak dikatakan bahwa ibu hamil sangat dilarang untuk makan lele. Pasalnya, apabila ibu hamil mengkonsumsi ikan lele, bayi akan licin dan tidak bisa diam di dalam kandungan. Pada dasarnya, secara logika, tidak ada hubungannya antara makan ikan lele dengan aktifitas bayi dalam kandungan. Selama ikan lele yang dikonsumsi terhindar dari lingkungan yang tercemar, Mam boleh-boleh saja makan ikan lele.
Minum Air Lelapa Muda Mampu Memutihkan Kulit Bayi
Ketika hamil, sering-seringlah minum air kelapa muda agar bayi yang berada dalam kandungan memiliki kulit putih bersih. Secara logika, hal ini tidak ada hubungannya sama sekali. Warna kulit bayi tergantung pada pigmen yang diturunkan oleh kedua orang tua mereka. Misalkan kedua orang tuanya memiliki gen pigmen hitam, tidak mungkin rasanya akan melahirkan bayi dengan kulit yang putih, begitu juga sebaliknya.
Makan Pedas Akan Membuat Rambut Bayi Jadi Botak
Entah apa hubungannya antara makanan pedas dengan tumbuhnya rambut di kepala bayi yang berada dalam kandungan. Hal ini hanyalah mitos belaka. Faktanya, makanan pedas dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menimbulkan diare dan juga masalah pencernaan. Hal ini membuat ibu hamil rentan terkena dehidrasi dan Mam jadi sering ke kamar mandi.
Jeruk Membuat Paru-Paru Bayi Berwarna Kuning
Karena jeruk berwarna kuning, banyak orang tua yang mengatakan bahwa jeruk menyebabkan bayi berwarna kuning ketika lahir. Hal ini tidaklah benar, malah justru sebaliknya. Jeruk mengandung vitamin C yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil dalam meningkatkan sistem imun dan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Minum Es Saat Hamil Dapat Membesarkan Janin
Mengonsumsi es selama kehamilan dapat membuat janin dalam perut ibu hamil menjadi besar. Hal ini setengah fakta, setengah lagi mitos. Minum es, apalagi yang dicampur dengan gula, dapat meningkatkan berat badan janin. Kandungan glukosa dalam es tersebut mampu meningkatkan bobot janin selama dalam kandungan. Sebaliknya, bila hanya minum es tanpa gula tidak akan berpengaruh terhadap bobot janin. Intinya, yang membuat besar bukanlah es, melainkan gula dari es tersebut.
Mengonsumsi Sayur Daun Katuk Mampu Meningkatkan ASI
Orang-orang tua kerap mengatakan bahwa apabila Mam memberikan ASI eksklusif kepada Si Kecil, ada baiknya Mam mengonsumsi sayur daun katuk. Saran ini ternyata benar adanya. Daun katuk dapat merangsang dan meningkatkan produksi ASI ketika menyusui. Selain daun katuk, jagung dan kacang tanah juga dapat Mam jadikan penggantinya.
Memijat Perut Mampu Melancarkan Proses Persalinan
Ketika hamil tua, banyak yang menyarankan untuk melakukan pijat perut. Menurut mereka, pijat perut mampu membuat posisi janin bagus dan melancarkan persalinan. Jangan pernah menuruti mitos ini sama sekali! Pijat perut, apalagi mengurut perut, mampu dengan mudah menyebabkan janin di dalam kandungan berisiko mengalami keguguran. Janin di dalam rahim akan mengalami tekanan dan stress sehingga menyebabkan keguguran.
Makan di Depan Pintu Akan Menghalangi Janin untuk Lahir
Banyak yang mengungkapkan bahwa makan di depan pintu dapat membuat bayi sulit untuk keluar dari kandungan. Seperti yang Mam duga, ini hanyalah mitos belaka. Hal ini lebih karena sisi moral, dimana seseorang yang makan di depan pintu menghalangi jalan orang untuk keluar masuk rumah.
Masihkah Mam percaya dengan mitos-mitos di atas? Pada dasarnya, mitos kehamilan dapat terjawab apakah itu benar atau tidak bila kita melihatnya dengan kacamata medis. Hal ini akan membuka pandangan kita bahwa memang tidak ada hubungan antara mitos-mitos tersebut dengan kondisi medis ibu yang sedang mengandung. Semoga dengan demikian, Mam dapat lebih menikmati kehamilan tanpa perlu takut melakukan ini dan itu.







08 May 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar