Pil KB diciptakan untuk meningkatkan efektifitas dan meminimalkan keluhan. Kandungan dalam pil akan menghambat pematangan sel telur serta menambah ketebalan lapisan rahim Anda, sehingga sperma sulit menembus sel telur untuk dibuahi.
Cara Penggunaan
Pil KB diminum setiap hari secara teratur.
Jenis
Terdapat beberapa jenis pil KB, yaitu :
- Pil KB Terpadu
Pil KB Terpadu, mengandung kadar hormon kombinasi (progesteron dan estrogen). Karena mengandung estrogen yang dapat menurunkan produksi ASI, maka pil KB Terpadu ini tidak disarankan untuk ibu menyusui. Selain itu, tidak dianjurkan juga bagi Anda yang berusia 40 tahun keatas, dan yang memiliki riwayat penyakit kronis. Pil KB Terpadu ini terdiri dari :- Pil KB 21 pil, dikonsumsi setiap hari selama 21 hari. Setelah Anda menghabiskan satu strip pil KB berisi 21 pil ini, Anda disarankan untuk berhenti selama kurang lebih 7 hari, setelah itu mulai mengonsumsi strip yang baru. Kemungkinan Anda akan jarang mendapat haid.
- Pil KB 21+7 pil, dikonsumsi setiap hari selama 28 hari. Terdiri dari 21 pil berisi hormon kombinasi dan 7 pil Plasebo (berupa vitamin, dan tanpa kandungan hormon). Selama Anda mengonsumsi pil Plasebo setiap hari, Anda akan mendapat haid.
- Pil KB 24+4 pil, dikonsumsi setiap hari selama 28 hari. Terdiri dari 24 pil hormon kombinasi dan 4 pil Plasebo. Sama seperti pil KB yang 21+7 pil, selama Anda mengonsumsi pil Plasebo setiap hari, Anda akan mendapat haid, tapi periode menstruasi Anda lebih singkat karena hanya mengkonsumsi 4 pil Plasebo.
- Pil KB Mini
Pil KB Mini, hanya mengandung kadar hormon progesteron, sehingga pil KB ini aman digunakan oleh ibu menyusui. Namun efek samping dari pil KB Mini ini adalah : beberapa orang (terkadang) mengalami perdarahan ringan, dan siklus menstruasi tidak teratur. - Pil KB Darurat
Pil KB Darurat, mengandung kadar hormon kombinasi. Pil KB ini diciptakan untuk mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan intim (jika tanpa perlindungan kontrasepsi). Pil ini tidak diminum setiap hari. Cara menggunakan pil ini adalah : Terdapat 2 pil, pil pertama diminum setelah melakukan hubungan intim (atau tidak lebih dari 4 hari). Lalu pil kedua diminum 12 jam setelah pil pertama diminum.
Kelebihan Pil KB
- Mengurangi nyeri haid.
- Dapat meningkatkan libido.
- Menurunkan risiko terbentuknya kista indung telur.
- Mengurangi timbulnya jerawat.
Kekurangan Pil KB
- Terkadang menimbulkan pendarahan ringan yang terjadi di luar siklus menstruasi.
- Mual, bahkan sampai muntah.
- Sakit kepala atau pusing.
- Beberapa orang mengalami kenaikan berat badan, dan mudah lupa.
- Mengalami bercak di kulit wajah (vlek hitam).
- Dapat menggangu fungsi hati, jantung, dan ginjal.
- Berisiko mengalami kencing manis.
- Penggunaan pil secara teratur dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium, sehingga jika Anda ingin hamil kembali, (beberapa orang) membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengembalikan kesuburan Anda.
Dalam memilih pil KB yang tepat, dokter akan menilai dari kesehatan dan pola menstruasi. Mereka yang haidnya kurang dari 4 hari, akan dianjurkan menggunakan pil KB dengan efek estrogen tinggi. Sedangkan yang haidnya lebih dari 6 hari, dipilih pil KB dengan efek estrogen rendah.
Di Indonesia, pil KB banyak diminati oleh para ibu karena dianggap mudah menggunakannya dan cukup efektif untuk merencanakan kehamilan. Beberapa tahun belakangan ini, formula pil KB diperbaharui, kadar hormonnya menjadi lebih sedikit, sehingga diharapkan efek sampingnya minim.
Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Mam.
Baca juga:







