Tak ada yang lebih indah daripada melahirkan seorang anak di dunia dengan selamat dan tanpa cacat sedikit pun. Mendengar tangisan bayi sehat yang keluar dari perut kita akan sangat melegakan. Penantian selama kurang lebih 9 bulan seakan terbayarkan setelah Si Kecil telah ada dalam pelukan.
Namun, perjuangan Mam belum selesai sampai itu. Mam masih harus berkutat dengan risiko pasca kelahiran. Lebih bahaya lagi apabila Mam melakukan proses persalinan dengan operasi cesar.
Seperti halnya operasi-operasi lain, operasi cesar juga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pasalnya, berbagai tipe infeksi pasca operasi dapat sangat berbahaya bagi sang ibu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Ada beberapa tipe infeksi yang mungkin saja dialami oleh ibu setelah melakukan operasi cesar. Setiap tipe memiliki cara pencegahan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa tipe infeksi serta cara mencegah risiko tersebut terjadi.
Infeksi Rahim
Setelah operasi cesar, rahim adalah organ yang paling rawan terkena infeksi. Yang paling sering terjadi, infeksi pada rahim disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui vagina. Bakteri-bakteri tersebut bergerak menuju rahim dan menyerang luka bekas operasi.
Untuk mencegah infeksi pada rahim setelah operasi cesar, ada baiknya dalam 6 minggu pertama:
- Jangan melakukan cuci vagina dengan metode apapun. Benda asing yang masuk ke dalam vagina bisa saja membawa bakteri dari luar yang berbahaya bagi luka bekas operasi.
- Hindari menggunakan pembalut. Pembalut akan menampung darah kotor dalam vagina dan malah menjadi sarang bakteri. Sebagai gantinya, gunakan sanitary pads untuk menampung pendarahan pada vagina pasca persalinan.
- Jangan melakukan hubungan seks hingga darah nifas benar-benar berhenti. Tujuannya adalah untuk memastikan agar vagina benar-benar sudah sembuh benar.
Bila Mam merasakan sakit serta rasa tidak nyaman pada perut atau mengalami panas lebih dari 38 derajat Celsius, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter.
Infeksi Saluran Kencing
Infeksi saluran kencing dapat terjadi akibat bakteri-bakteri yang berada di sistem saluran kencing. Biasanya, bakteri akan menyerang bekas jahitan atau bahkan saluran kencing dalam tubuh.
Untuk mencegahnya, usahakan untuk tidak menahan kencing terlalu lama. Menahan kencing hanya akan membuat infeksi saluran kencing bertambah parah. Selain itu, konsumsi air yang cukup sehingga kencing dapat rutin dan membersihkan bakteri yang menempel.
Biasanya, infeksi saluran kencing akan berimbas pada masalah-masalah lain dan sering kali terjadi pada hari kedua dan ketiga setelah operasi. Tanda-tanda infeksi saluran kencing adalah ketika muncul perasaan ingin kencing padahal tidak ada kencing sama sekali, perasaan ketika tidak dapat menahan kencing, kencing berdarah, serta rasa perih atau panas ketika kencing.
Meski kencing berdarah merupakan gejala infeksi saluran kencing, namun jangan menganggap langsung seperti demikian. Pasalnya, bisa saja itu dari rahim yang infeksi. Oleh karena itu, jangan dianggap remeh dan segera periksa apabila terjadi.
Infeksi pada Bekas Jahitan
Setelah operasi cesar, biasanya bagian perut Mam akan dijahit. Jahitan tersebut bisa saja sisi ke sisi atau dari atas ke bawah. Jahitan pada kulit perut biasanya ditutup menggunakan benang operasi atau staples. Sedangkan jahitan dalam rahim akan menyatu dengan rahim.
Kulit kita melindungi organ tubuh bagian dalam dari infeksi. Sekalinya kulit terbuka, risiko untuk terkena infeksi akan meningkat. Maka dari itu, ada baiknya Mam berhati-hati dengan bekas jahitan di kulit. Jahitan atau staples yang menyatukan kulit kembali biasanya dilepas sebelum Mam diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Setelah lepas, bekas jahitan tersebut akan ditutup dengan menggunakan pita rekat untuk melindungi luka. Pita tersebut akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 5 hingga 7 hari.
Jangan memberikan cairan, krim, atau minyak pada bekas jahitan tersebut hingga sembuh benar. Ketika mandi, hindarkan air mengenai luka jahitan. Cuci tangan dengan sabun atau cairan anti septic untuk menghindarkan diri dari kontak langsung kulit luka jahitan dengan bakteri. Hubungi dokter bila terdapat bengkak, luka tak kunjung sembuh, luka yang memerah, hingga kulit yang robek kembali.
Itulah tadi beberapa infeksi yang dapat terjadi setelah operasi cesar dan bagaimana cara menghindari infeksi tersebut terjadi. Jangan lupa yang paling penting adalah jaga kebersihan diri dan tangani luka operasi cesar dengan baik.







27 May 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar