Setiap wanita hamil pasti mendambakan kelahiran bayi yang sempurna dan normal. Bayi terlahir dengan sempurna serta ibu yang sehat adalah keinginan setiap wanita yang melakukan persalinan normal. Selain lebih murah, biaya persalinan normal juga lebih cepat untuk sembuh sehingga proses persalinan ini jadi keinginan banyak wanita hamil.
Namun, kadang ditemukan posisi bayi sungsang yang mengharuskan ibu untuk melahirkan secara cesar. Akibatnya, biaya operasi yang mahal menjadi masalah baru bagi mereka. Posisi bayi sungsang adalah ketika kepala bayi berada di atas rahim dengan kaki di mulut rahim. Posisi ini dipandang kurang normal sebab kemungkinan bayi sulit bernapas saat lahir cukup besar. Selain itu, potensi masuknya air ketuban ke bayi juga cenderung tinggi.
Sebenarnya, posisi sungsang pada kehamilan dapat dicegah sedini mungkin. Mengetahui penyebabnya adalah salah satu cara terbaik sehingga ibu hamil dapat lebih waspada. Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi sungsang yang sering terjadi pada ibu hamil.
Bentuk Rahim Abnormal
Bila Mam memiliki rahim abnormal, ada kemungkinan besar bayi akan berada dalam posisi sungsang. Jika Mam pernah mengalami cedera pada pinggul, malnutrisi ketika kecil, atau menggunakan pil kb pada masa remaja sebelum tulang belum tumbuh sempurna, Mam menambah risiko abnormalitas pinggul yang berakibat pada posisi bayi sungsang.
Bayi Pertama Sungsang
Sekitar 10% wanita yang mengalami posisi bayi sungsang pada kehamilan pertama akan mendapatkannya di kehamilan kedua. Sebuah penelitian menemukan bahwa kesungsangan pada kehamilan pertama kemungkinan besar akan terjadi lagi di kelahiran kedua dan ketiga. Risiko posisi sungsang pun leih besar.
Berusia Tua
Semakin tua usia Mam saat melahirkan, semakin berisiko persalinan yang akan terjadi. Kemungkinan untuk mendapatkan posisi bayi sungsang juga semakin besar seiring pertambahan usia Mam. Ibu muda memiliki perbandingan sungsang 42,8 kejadian dari 1.000 kehamilan, sedangkan Mam dengan usia 40-54 tahun memiliki rasio sungsang 84,6 kejadian dari 1000 kehamilan.
Air Ketuban yang Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak
Air ketuban juga berpengaruh terhadap posisi bayi dalam rahim. Ketika air ketuban terlalu sedikit, bayi akan sulit untuk bergerak dan berputar. Hal serupa terjadi ketika air ketuban terlalu banyak. Maka dari itu, perhatikan asupan gizi yang mengatur jumlah air ketuban. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang.
Tali Pusar Terlalu Pendek atau Melilit ke Bayi
Banyak ahli yang berpendapat bahwa tali pusar bayi juga menentukan posisi serta bebas tidaknya gerakan bayi dalam rahim. Bayi bisa saja terhambat gerakannya karena tali pusar terlalu pendek atau mungkin melilit ke bayi.
Kantung Kehamilan Bermasalah
Pendarahan pada kantung kehamilan dapat berdampak pada menggulungnya jaringan di mana janin dapat terlilit sehingga tidak dapat bergerak bebas. Namun penyebab ini sangat jarang ditemukan, jadi jangan terlalu khawatir.
Pinggul Bayi yang Belum Matang
Kesungsangan juga bisa terjadi karena pinggul bayi belum terbentuk dengan sempurna. Hal ini menyebabkan bayi tidak dapat menendang rahim ibu sehingga tidak dapat berputar dengan sempurna.
Faktor Genetis
Bila Mam atau saudara Mam mengalami kesungsangan, atau ada riwayat kesungsangan di keluarga Mam dan Ayah, kemungkinan kesungsangan pada kehamilan Mam bisa juga terjadi. Namun hal ini tidak akan mempengaruhi kondisi fisik dari bayi.
Kehamilan Pertama
Kesungsangan sangat sering terjadi di kehamilan pertama. Hal ini dikarenakan ukuran rahim dan perut yang belum melebar serta lebih ketat. Otot perut masih belum pernah melebar sebelumnya. Akibatnya, bayi sulit untuk bergerak karena otot terlalu ketat.
Plasenta Berada di Lokasi yang Abnormal
Bila plasenta Mam terletak tepat di atas atau tepat di bawah rahim, kemungkinan besar posisi bayi Mam akan mengalami kesungsangan.
Itulah beberapa penyebab posisi sungsang pada kehamilan. Sebenarnya, kesungsangan bisa dicegah dengan cara yang sederhana, yakni bergerak. Ketika hamil tua, usahakan Mam untuk sering bergerak dengan mengikuti kelas senam hamil atau sekedar mengepel lantai dengan posisi merangkak. Dengan demikian, potensi kesungsangan pada bayi dalam kandungan jadi mengecil dan Mam dapat mengalami proses persalinan yang normal. Selalu aktif ya, Mam!







20 Jul 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar