Anak Pintar dan Sehat, Yah Minum ASI

IbuDanMama.com mewawancarai Mia Sutanto, Ketua AIMI mengenai manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan perkembangan anak.

IbuDanMama (IDM): Apakah manfaat ASI bagi ibu dan anak?

Mia Sutanto (MS): “Dilihat dari kecerdasan dan kesehatan fisik :

  • Membuat anak lebih cerdas dan sehat secara fisik, emosional, dan spiritual
  • Anak yang diberikan ASI pada usia tertentu memiliki IQ lebih tinggi
  • Mengurangi risiko terkena penyakit: seperti infeksi pencernaan, infeksi pernafasan, obesitas/kelebihan gizi pada anak (ASI bisa mnegurangi risiko obesitas 40 persen)
  • Mengurangi risiko terkena penyakit kanker pada anak, seperti leukima (kanker darah), limfoma, neuroblastoma
  • Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes
  • Mengurangi risiko terkena penyakit jantung
  • Mengurangi risiko terkena infeksi saluran telinga
  • Mengurangi risiko terkena alergi pada anak di kemudian hari

Dilihat dari kesehatan mental:
Menurut penelitian pada tahun 2009 di Australia yang dilakukan terhadap hampir 3.000 bayi dengan mengikuti perkembangan pertumbuhannya sampai umur 4 tahun selama 14 tahun berturut-turut, menunjukkan bahwa ASI bisa mengurangi risiko terkena 8 jenis penyakit mental, seperti: Kenakalan anak (tawuran), agresifitas, dan Fraud problem. Di samping itu, ASI juga meningkatkan ikatan emosi dan spiritual antara ibu dan anak, karena dengan menyusui berarti bayi mendapatkan belaian dan dekapan dari ibu, serta mendengarkan detak jantung ibu.

Dari segi manfaat kesehatan bagi ibu:

  • ASI dapat memberikan kualitas hidup yang bagus di hari tua
  • Mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit, seperti: obesitas, diabetes, osteoporosis, reumatik, dan tiga jenis kanker (kanker rahin, ovarium, dan payudara)
  • Mengurangi risiko terkena penyakit gangguan mental, seperti: depresi, menelantarkan anak, melakukan kekerasan terhadap anak, dan lain lain
  • Sebagai salah satu alternative metode alami untuk KBe.Mengurangi risiko pendarahan pada masa kehamilan

Selain itu, adanya dukungan penuh dari Pemerintah yang tertuang dalam PP No 33 tahun 2012, tentang kewajiban berbagai pihak (termasuk perusahaan dan instansi pemerintah) untuk memberikan dukungan terhadap ibu yang sedang menyusui dan memudahkan para Ibu yang bekerja agar tetap dapat menyusui anaknya dengan alternatif pompa ASI. Sehingga satu negara dan masyarakat bisa merasakan manfaat ASI tersebut.”

 

IDM: Bagaimana tanggapan Anda tentang kekhawatiran sebagian besar para ibu tidak menyusui bayinya hanya karena takut bentuk payudara tidak ideal?


MS: “Hal itu kembali ke masyarakat sendiri. Banyak informasi yang tidak tepat beredar di kalangan masyarakat mengakibatkan munculnya mitos dan persepsi yang salah tentang “menyusui”. Sehingga AIMI sebagai salah satu kelompok pendukung ASI sangat mengedepankan pentingnya edukasi dan informasi tentang menyusui. Jika sebelum hamil, para ibu termasuk ayah sudah banyak mencari tahu dan belajar tentang ASI dan menyusui, maka akan megurangi risiko terpengaruh mitos atau informasi yang salah. Informasi tentang menyusui yang dapat mengubah bentuk payudara adalah sangat tidak benar, karena yang dapat mengubah bentuk payudara ibu adalah kehamilan. Pada saat hamil, payudara akan berubah ukuran menjadi lebih besar yang disebabkan oleh bertambahnya volume darah, lemak, dan sel-sel asi yang mulai mekar di dalam payudara. Jika tidak terjadi perubahan pada bentuk payudara ibu saat hamil, maka itu harus diperiksa apakah payudaranya mengalami gangguan fungsional.”

 

IDM: Mengenai ASI eksklusif selama 6 bulan, apakah boleh memberikan tambahan air putih atau air manis?


MS: Itu adalah informasi yang kurang tepat mengenai ASI Eksklusif. Kita tidak bisa hanya berbicara tentang ASI Ekslusif saja, tapi juga mengenai standar emas pemberian makan pada bayi. Standar emas pemberian makan pada bayi (rekomendasi WHO) yang tertuang dalam World Health Assembly tahun 2002 adalah:

  • IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dilakukan sesegera mungkin, minimal selama 1 jam. Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja) sebagai sumber kalori dan nutrisi sampai bayi berusia 6 bulan. Jika bayi perlu diberikan suplemen atau obat, tidak apa-apa asalkan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Jika yang diberikan adalah air putih, teh, atau pisang, tidak dianjurkan dalam masa ASI eksklusif, karena sebenarnya ASI bisa memenuhi 100 persen kebutuhan bayi. Jika IMD dilakukan, bayi akan menjilat puting ibunya untuk merangsang keluarnya ASI pertama yaitu colostrum.
  • Pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun. Tidak perlu khawatir ASI tidak cukup atau tidak keluar. Dari 1.000 ibu yang mengaku ASI tidak keluar, mungkin hanya 1 yang benar-benar tidak keluar karena adanya kelainan fisiologis, (misalnya pada saat hamil, payudaranya tidak berubah ukuran, itu bertanda bahwa pada saat hamil sel-sel asinya tidak berkembang).”

 

IDM: ASI bisa berubah warna atau rasa?


MS: “Apa yang dimakan oleh ibu berpengaruh terhadap warna ASI, ibu yang mengonsumsi obat-obatan, makanan tertentu yang ada pewarnanya, seperti banyak mengonsumsi daun bayam atau alpukat bisa membuat warna ASI menjadi hijau. Sedangkan, rasa bisa saja berubah, tetapi relatif lebih kecil kemungkinannya.”

 

IDM: Jika ibu sedang sakit, apakah masih aman untuk menyusui?


MS: “Banyak tenaga kesehatan yang belum memahami ilmu laktasi, melarang ibu menyusui bayinya. Jika hanya flu, cacar, pemberian ASI tetap bisa dilakukan. Tetapi, ASI dapat menularkan beberapa penyakit, seperti HIV/AIDS atau hepatitis.”

 

IDM: Banyak ibu yang memiliki pemahaman bahwa bayi lebih nyenyak tidurnya bila diberi susu formula, dibandingkan bila diberi ASI Eksklusif?


MS: “Kenapa anak yang diberikan susu formula lebih lama tidurnya, karena protein dalam formula sebagian besar protein gumpana (kasein) yang sangat sulit dicerna oleh usus bayi manusia. Akibatnya bayi lebih lama menerna, rata-rata membutuhkan waktu hingga tiga jam dan ini membuat bayi tidur lebih lama. Sedangkan, ASI lebih mudah lebih cepat dicerna bayi, sehingga ia lebih cepat bangun dan harus disusui lagi.”

Sebelum menjadi Feature writer, saya bekerja di World Vision Indonesia dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur. Saya menikmati bekerja bersama dengan masyarakat terutama yang fokus di bidang kesehatan Ibu dan anak. Saya juga menyukai traveling ke daerah pendalaman. Passion saya ingin membantu mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan cerdas.

Related Posts

Comments :