Hanya datang sekali dalam setahun, Bulan Ramadan pun selalu dinanti oleh umat muslim. Mereka rela menahan haus dan lapar selama empat belas jam demi menjalankan ibadah puasa. Tetapi, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui? Apakah Mam diperbolehkan untuk ikut berpuasa? Sebenarnya bisa saja kok, Mam, asalkan memperhatikan beberapa triknya berikut ini.
Berkonsultasi ke Dokter
Beberapa hari sebelum puasa Ramadan dimulai, lakukan konsultasi kesehatan ke dokter. Jika memang diperbolehkan berpuasa, tanyakan hal-hal penting yang berpengaruh pada kondisi tubuh Mam selama berpuasa. Misalnya saja pola makan, apakah ada vitamin yang harus diminum, jadwal untuk meminum vitamin tersebut, olahraga apa yang harus dilakukan, dan lain sebagainya.
Konsumsi Karbohidrat Kompleks
Selama puasa, Mam yang sedang hamil atau menyusui sebaiknya mengurangi asupan karbohidrat sederhana. Kandungan tersebut mampu merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun hingga membuat lemas dan pusing. Sebagai gantinya, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti sayur-sayuran. Lengkapi pula dengan makanan berprotein seperti daging atau telur.
Ibu Hamil Harus Lebih Banyak Makan
Khusus untuk yang sedang hamil, Mam harus makan sepertiga kali lebih banyak dari asupan makanan orang biasa. Mam dan Si Kecil dalam kandungan tidak akan kekurangan gizi asalkan mengonsumsi makanan yang seimbang selama buka puasa hingga sahur. Puasa juga tidak akan memengaruhi berat badan Si Kecil, kok. Tapi, seperti yang telah disebutkan, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter.
Pompa dan Beri ASI Secara Maksimal Saat Malam Hari
Karena tidak makan dan minum selama empat belas jam, produksi ASI pun kemungkinan besar akan berkurang. Oleh sebab itu, Mam bisa memompa ASI pada malam hari agar stoknya dapat digunakan pada siang hari. Di sisi lain, Mam juga bisa memanfaatkan waktu malam untuk menyusui Si Kecil secara maksimal. Cukupi asupan kalori, karbohidrat, protein, dan vitamin agar produksi ASI tetap berkualitas dan keluar dengan jumlah cukup saat sedang berpuasa.
Tidak Perlu Memaksakan Diri
Puasa Ramadan memang merupakan ibadah wajib bagi umat muslim, namun Mam yang sedang hamil dan menyusui tidak perlu memaksakan diri. Apabila merasa lemah, pusing, atau mual. Mam bisa langsung membatalkan puasa. Terlebih jika Mam masih hamil pada trimester pertama yang kondisinya rentan mual dan muntah, sebaiknya Mam tidak berpuasa dan fokus pada kesehatan diri serta Si Kecil dalam kandungan.
Selain kelima trik di atas, jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhan air mineral dalam tubuh ya, Mam. Gerakan delapan gelas air mineral dalam sehari harus tetap digalakkan. Minumlah sedikit-sedikit pada saat buka puasa hingga sahur, jangan langsung meminumnya sekaligus saat sahur agar tidak merasa kembung. Semangat berpuasa ya, Mam!







27 Jun 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
1 Komentar