5 Bahaya Tidur Dengan Menggunakan Kipas Angin

Iklim Indonesia yang cenderung panas membuat banyak orang memilih untuk selalu menggunakan kipas angin di berbagai aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak pula masyarakat yang tidak bisa tidur bila tak menyalakan benda elektronik ini. Padahal kebiasaan seperti ini berbahaya untuk kesehatan dan sebaiknya Mam tinggalkan. Apa saja bahayanya? Inilah 5 bahaya tidur dengan menggunakan kipas angin!

Asma

Sulit tidur karena gerah dan pengap di malam hari? Penggunaan kipas angin untuk mendinginkan ruangan sebenarnya adalah kesejukan yang semu. Apalagi bila ventilasi kamar kurang baik. Untuk Mam yang memiliki riwayat penyakit asma atau sensitif terhadap debu dan mudah alergi, kipas angin elektrik adalah benda yang sebaiknya Mam jauhi. Menghidupkan kipas angin dapat menyedot debu di sekitar ruangan. Bila kipas angin tidak rutin dibersihkan maka dapat menyebabkan gejala asma, batuk dan tenggorokan menjadi gatal.

Hipotermia

Hipotermia merupakan kondisi dimana suhu tubuh berkurang drastis, kurang dari 35 C. Ini terjadi karena tubuh kehilangan panas lebih cepat. Semakin malam, risiko mengalami hipotermia meningkat karena metabolisme tubuh melambat dan semakin sensitif terhadap temperatur di lingkungan sekitar. Penggunaan kipas angin yang menyala sepanjang malam dapat berisiko menurunkan suhu tubuh. Sehingga seseorang yang tidur dengan kipas angin akan kehilangan suhu tubuh secara drastis.

Kekurangan oksigen

Mengarahkan kipas angin langsung ke wajah justru dapat membuat tubuh kekurangan oksigen. Hal ini akan berdampak semakin buruk bila angin mengenai bagian mulut dan hidung dalam kondisi ruangan yang tidak mempunyai ventilasi udara atau ruangan tertutup. Udara yang berputar di dalam kamar tidak tersirkulasi dengan baik sehingga oksigen tidak maksimal ketika dihirup dalam proses pernafasan. Idealnya, perputaran udara dari kipas angin dan pertukaran udara melalui ventilasi dapat menjaga sirkulasi oksigen dan karbondioksida tetap normal.

Leher kaku

Pernah merasakan leher kaku saat bangun tidur? Leher kaku bukan hanya terjadi karena salah posisi tidur tapi juga disebabkan karena kipas angin yang menyala semalaman. Hal ini dikarenakan kipas angin mengeluarkan angin dingin yang dapat membuat otot leher menjadi kencang. Suhu dingin dari kipas angin dapat membuat produksi cairan lubrikasi yang menguatkan otot dan persendian berkurang seiring dengan menurunnya suhu kamar. Otot yang mengencang semalaman dapat menyebabkan bahu dan leher kaku. Bahkan juga menimbulkan keram dan juga sesak napas.

Bell palsy

Tidur dengan kondisi kipas angin yang menyala sepanjang malam dapat menyebabkan risiko penyakit bells palsy. Penyakit ini menyerang sistem saraf pada wajah sehingga wajah menjadi tegang, sulit berekspresi dan susah untuk tersenyum. Bila wajah terlalu lama terpapar udara dingin, bisa dimungkinkan Mam akan mengalami penyakit saraf ini.

 

Banyak bahaya yang mengancam bila tidur dengan menggunakan kipas angin semalaman. Mulai sekarang cobalah untuk mengurangi kebiasaan ini pelan-pelan ya Mam. Jangan lupa untuk tetap membuka jendela kamar atau pintu saat menyalakan kipas angin agar udara di dalam kamar bisa bergantug. Yuk, biasakan hidup sehat mulai dari hal yang sederhana!

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :