Melakukan program diet akan terasa sulit pada awalnya. Anda harus mengurangi porsi makan sementara rasa lapar dengan cepat menyerang lagi. Bila begitu, mengapa tidak mencoba cara ini?
Salah satu alternatif untuk mencegah rasa lapar dalam jangka waktu cukup lama adalah dengan makan sup. Memakan sup berarti memakan makanan yang dicampur dan diolah dengan air menjadi satu. Lalu bagaimana sup dapat menahan lapar? Rahasianya ada di dalam proses pencernaannya. Ilmuwan di Inggris telah melakukan uji coba menggunakan USG dan scan MRI terhadap perut seseorang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka membandingkan antara orang yang memakan makanan biasa dan minum air dengan orang yang memakan sup.
Setelah makanan masuk ke dalam perut, katup spinkter pilorus –bagian bawah dari lambung—menahan makanan sehingga lambung dapat menjalankan fungsinya untuk meremas-remas makanan. Namun air tidak ikut ditahan melainkan langsung melewati spinkter pilorus menuju usus halus. Ketika makanan yang sama dibuat menjadi sup, seluruh campuran itu tetap bertahan di dalam lambung karena makanan dan air telah bercampur menjadi satu.
Hasil scan para ilmuwan menunjukkan bahwa perut yang diisi sup tadi tidak cepat kosong sehingga orang tidak cepat merasa lapar. Rasa lapar sebenarnya timbul salah satunya karena hormon ghrelin. Hormon ini terbentuk kapanpun ketika perut kosong. Hormon ghrelin berjalan melalui peredaran darah ke pusat nafsu makan di otak. Hasilnya, otak menerjemahkan bahwa kita lapar dan butuh makanan.
Dengan makan sup, Anda tidak akan cepat merasa lapar, sehingga Anda dapat menjaga berat badan dengan tidak mengkonsumsi makanan berlebih. Untuk hasil terbaik, makanlah sup dari sayuran, seperti sup tomat atau sup asparagus, karena menghasilkan campuran yang lebih konsisten dan pada umumnya berkalori lebih rendah daripada sup ayam atau ikan.







04 Feb 2013
Penulis Kontributor IbudanMama
0 Komentar







