Mengatasi Biang Keringat pada Anak

Suatu hari anak gelisah dan suka menggaruk-garuk tubuhnya karena gatal. Tak ayal, ia yang biasanya aktif bermain jadi sedikit rewel. Ternyata, di kulitnya muncul bintik-bintik merah yang membuatnya gatal dan tidak nyaman sehingga terus menggaruknya. Bercak-bercak merah ini adalah biang keringat.

Masalah biang keringat memang kerap dialami oleh bayi, balita bahkan sampai usia dewasa sekali pun. Namun, memang usia bayi dan balitalah yang sering mengalaminya. Hal ini karena kulit bayi dan anak-anak masih sangat sensitif dibandingkan orang dewasa. Selain itu, kulit bayi memiliki kandungan air sebanyak 70% sehingga ia lebih sering mengeluarkan keringat dibandingkan orang dewasa pada umumnya. Tanda-tanda bian keringat sangat khas, yakni muncul bintik-bintik merah di beberapa bagian kulit si kecil lalu lama kelamaan menjalar ke bagian kulit yang lain hingga membuat kulit muncul bercak-bercak merah.

Biang keringat biasanya terjadi pada bagian kulit yang tertutup pakaian dan bisa pula pada bagian lipatan kulit, seperti leher dan bawah telinga. Lalu apa sebenarnya penyebab biang keringat? Biang keringat bisa dialami oleh buah hati karena terjadi penyumbatan pori-pori yang berasal dari kelenjar keringat. Jadi, keringat yang seharusnya bisa keluar mengalami hambatan dan keluarlah apa yang sering disebut biang keringat. Penyebab tersumbatnya pori-pori sendiri adalah karena udara yang panas. Tinggal di daerah yang tropis sering menjadi penyebab anak-anak sering mengalami biang keringat, begitu pun saat musim kemarau tiba di mana udara lebih panas dari biasanya. Dalam bahasa medis, biang keringat ini memiliki istilah milliaria.

Masalah biang keringat yang dihadapi oleh buah hati memang bukan sebuah penyakit yang serius, namun cukup mengganggu anak. Ia cenderung rewel, gelisah, dan sering menggaruk kulit yang terkena biang keringat. Di malam hari, tak jarang anak yang tengah mengalami biang keringat tak nyenyak tidur dan rewel. Mungkin buah hati Ibu juga pernah mengalaminya. Aktivitas buah hati di usia balita yang sedang senang-senangnya bermain, lari-larian, mengejar-ngejar sepeda, dan sebagainya juga sering menjadi pemicu masalah kulit ini. Aktivitas ini membuatnya banyak mengeluarkan keringat. Jika keringat tersumbat, dampaknya menjadi biang keringat. Tak jarang, anak yang terkena biang keringat tak tahan dan terus menggaruk biang keringatnya sehingga bisa berdampak pada munculnya infeksi kulit yang lebih serius. Terlebih, jika buah hati tak tahan dan menggaruk biang keringat yang dialaminya, padahal tangannya dalam keadaan tidak bersih.

Memang sedikit susah mengarahkan buah hati untuk tidak menggaruk kulit yang terkena biang keringat. Kita yang dewasa saja terkadang susah menahan keinginan menggaruk jika merasa gatal.

Mungkin ibu cemas dan khawatir jika biang keringat sampai dialami si kecil. Untuk menghadapinya, ibu bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

Pilih pakaian yang tipis dan menyerap keringat

Pakaian yang tipis dan menyerap keringat akan lebih nyaman dikenakan buah hati. Terlebih, jika Anda tinggal di daerah dengan suhu yang panas, pakaian yang tipis tidak akan membuat si kecil panas dan cepat berkeringat. Biang keringat yang kapan saja menyerang kulit halus buah hati pun tak akan mampir. Si kecil yang sedang aktif-aktifnya bergerak tentu lebih mudah berkeringat. Apabila baju yang ia kenakan tidak mudah menyerap keringat, akan membuat anak tak nyaman. Bahan baju yang menyerap keringat dan nyaman untuk anak adalah katun yang berasal dari serat kapas. Bahan katun dari serat kapas ini nyaman saat dipakai, dengan sifat kain tidak jatuh dan jika basah cukup lama keringnya. Dalam memilihkan pakaian untuk buah hati, sebaiknya pilih yang sederhana sehingga ia leluasa bergerak dan merasa nyaman dengan pakaiannya.

Menjaga kulit tetap bersih dan kering

Salah satu cara untuk menghindari biang keringat yang bisa menyerang buah hati adalah dengan tetap menjaga kulitnya tetap bersih dan kering. Jika tinggal di daerah tropis, udara terasa panas sehingga membuat gerah dan kepanasan. Supaya kulit tetap bersih dan kering, mandi lebih sering dan membersihkannya dengan handuk bersih bisa dilakukan. Usai mandi biasanya tubuh akan segar dan tak lagi merasakan panas.

Ventilasi yang cukup

Perhatikan kamar buah hati, apakah ventilasi sudah bagus? Hindari kamar dalam kondisi pengap dan selalu buka jendela supaya udara bisa masuk dan tidak membuat buah hati merasa panas. Jika perlu, nyalakan kipas angin supaya udara lebih sejuk dan tidak membuat si kecil memproduksi keringat secara berlebihan.

Kurangi aktivitas berlebihan pada anak

Dengan melakukan aktivitas yang belebihan, akan membuat tubuh anak memproduksi keringat lebih banyak. Keringat yang berlebih dan tersumbat bisa membuatnya mengalami biang keringat. Ajak anak untuk bermain permainan yang ringan, seperti mobil-mobilan, tebak-tebakan, dan bermain puzzle.

Hindarkan dari infeksi

Apabila biang keringat sudah dialami oleh buah hati, lakukan penanganan tepat supaya terhindar dari infeksi. Ibu bisa memandikan buah hati dengan sabun antiseptik dan mengeringkan kulitnya sampai kering dan bersih. Hati-hati dalam memberikan bedak pada biang keringatnya, karena tidak sembarang bedak bisa membuatnya membaik. Sebaiknya, si kecil juga tidak dibolehkan menggaruk karena akan rentan pada infeksi. Pada umumnya, biang keringat ini akan sembuh dengan sendirinya. Keputusan untuk membawanya ke dokter bisa dilakukan jika biang keringat yang dialami buah hati semakin meluas dan parah.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :