Kanker adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan menyakitkan. Sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat kanker, apapun jenisnya. Hingga saat ini, belum ada yang berhasil mengembangkan obat untuk kanker. Inilah yang menyebabkan kanker menjadi berbahaya bagi manusia, khususnya anak-anak.
Sayangnya, kebanyakan orang sering menganggap sepele sebuah gejala kanker pada anak yang akhirnya berakibat fatal. Karena terlambat ditangani, kesehatan anak jadi terganggu dan kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Lalu, apakah kita hanya bisa menerima keadaan? Sebenarnya kanker dapat dicegah sedini mungkin apabila Mam tahu gejala-gejalanya. Berikut ini adalah beberapa gejala kanker pada anak yang sering disepelekan orang namun wajib Mam pelajari sebelum terlambat.
Sering Mimisan
Mimisan adalah kondisi ketika keluar darah dari hidung secara tiba-tiba. Hidung anak memang mudah sekali mimisan karena pembuluh darah di hidung masih sangat tipis untuk menahan darah. Meski begitu, pembuluh darah akan menebal ketika Si Kecil memasuki usia pubertas.
Namun, hal sebaliknya kemungkinan terjadi bila Si Kecil sering mimisan setidaknya 4-5 kali sebulan. Ada potensi bahwa ini merupakan gejala kanker darah, tepatnya Acute Lymphoblastic Leukemia atau disingkat AAL. Segera mungkin periksakan ke dokter apabila ini terjadi pada Si Kecil.
Luka yang Sulit Sembuh
Si Kecil yang aktif mungkin sering terluka saat bermain atau melakukan aktivitas berat di luar ruangan. Wajar bila luka muncul karena tergores sesuatu. Selama Mam meminimalisir infeksi pada luka tersebut, hal ini tidak akan membahayakan.
Sayangnya, luka yang tidak kunjung sembuh justru menjadi hal yang harus diwaspadai. Bila luka terkesan sulit sembuh, bertambah parah, atau bahkan cenderung tetap, ada baiknya untuk segera diperiksakan ke dokter. Hal ini juga berlaku pada luka-luka tak wajar di daerah kemaluan atau kelenjar seperti rongga mulut dan kelopak mata.
Pembengkakan di Area Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan pada area-area tertentu biasanya wajar terjadi, misalnya bengkak di pipi karena sakit gigi atau bengkak di mata karena infeksi. Namun bila ada pembengkakan di area kelenjar getah bening seperti bagian leher, ketiak, pangkal paha, dada, dan perut, kemungkinan ada gejala kanker Limfoma Non-Hodgin.
Biasanya, pembengkakan ini terjadi dekat dengan permukaan kulit. Mam dapat melihatnya dengan mata telanjang atau merasakan benjolan di bawah kulit yang tidak wajar.
Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas
Jangan sepelekan penurunan berat badan yang drastis terhadap Si Kecil. Ketika berat badan turun padahal tidak ada perubahan pola makan atau bahkan sedang menjalani program olahraga tertentu, ada kemungkinan Si Kecil mengalami suatu penyakit misterius. Bila hal ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter.
Sesak Nafas
Ketika mengalami sesak nafas, mungkin Mam langsung memberinya obat atau alat bantu pernapasan. Secara singkat, sesak akan reda dengan sendirinya.
Siapa sangka, sesak napas atau kesulitan bernapas bisa juga jadi pertanda suatu penyakit berbahaya. Bahkan, 40% tanda awal anak yang mengalami leukemia adalah sesak napas. Maka dari itu, segera konsultasikan ke dokter apabila Si Kecil sering mengalami sesak nafas.
Benjolan Aneh pada Tubuh
Benjolan yang tiba-tiba muncul pada tubuh biasanya merupakan gejala awal dari sebuah kanker, Tumor Wilms adalah salah satunya. Tumor ganas ini biasa terjadi pada anak-anak usia dini. Segera periksakan ke dokter apabila ada benjolan yang aneh dan tidak wajar.
Anak Jadi Pemuram
Si Kecil yang biasanya ceria dan gembira tiba-tiba berubah tingkah laku menjadi lebih pemuram. Tentu hal ini adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak baik terjadi pada diri Si Kecil, baik secara mental maupun psikis.
Salah satu gejala kanker adalah membuat seseorang mudah letih. Mungkin hal ini yang mengubah perilaku Si Kecil secara tiba-tiba.
Itulah beberapa gejala kanker pada Si Kecil yang sering diabaikan oleh orang tua. Ada baiknya bila salah satu gejala tersebut muncul, segera periksakan Si Kecil ke dokter anak. Jangan sampai Mam terlambat menyadari hal ini dan kemudian berakibat fatal di kemudian hari.







07 Sep 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar