Buah dan sayuran adalah sumber nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Terutama untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan. Namun melansir Kompas.com berdasarkan data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, 97,7 persen anak dibawah umur 5 tahun kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
Kurangnya tingkat konsumsi buah dan sayur tersebut dikarenakan anak-anak tidak suka keduanya. Nah, apa saja alasan anak-anak tak suka mengkonsumsi buah dan sayuran? Berikut beberapa faktornya.
Anak Lebih Suka Makanan Mudah Dimakan dan Rasa yang Kuat
Pernahkah Mam melihat Si Kecil lebih suka makan kue, es krim, sosis atau mie ketimbang buah dan sayur? Ini bukan tanpa alasan, karena anak-anak memang suka makanan dengan rasa yang kuat. Seperti diungkapkan oleh Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Doddy Izwardy. Namun sayang, makanan bercita rasa kuat tersebut kurang sehat. Karena mengandung gula dan garam tinggi.
Selain itu, makanan bercita rasa kuat lebih mudah dimakan dibanding buah dan sayur yang cenderung hambar. Untuk itulah perlu pengawasan ya Mam agar Si Kecil tidak berlebihan mengkonsumsi makanan-makanan bercita rasa kuat!
Peran Orang Tua Tidak Membiasakan Makan Buah dan Sayur
Bila ada anak tak suka makan buah dan sayuran patut dipertanyakan pada diri Mam. Sudahkah kita mengkonsumsi buah dan sayur dengan cukup? Data dari kajian Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015 menyebutkan, konsumsi buah dan sayur masyarakat kita hanya 12 kilogram buah per tahun dan sayur hanya 20,5 kilogram. Jauh dibawah standar FAO yakni 73 kilogram buah per tahun per individu. Dan sayur sebanyak 91,25 kilogram per tahun per individu.
Miris bukan Mam melihat kenyataan diatas? Maka dari itu hindari pemberian pola makan yang salah pada Si Kecil. Karena apabila asupan nutrisi dari buah dan sayur berkurang, berdampak pada pertumbuhan anak. Biasakan mencontohkan makan buah dan sayur dengan perlahan setiap hari kepada anak Mam.
Cenderung Membosankan dan Tidak Menarik
Teksturnya yang kasar, rasa hambar, warna cenderung monoton membuat anak merasa bosan melihat buah dan sayur. Pada buah dan sayur tertentu terkadang mengeluarkan lendir (enzim) saat digigit, ini akan membuat anak merasa jijik dan enggan memakannya di kemudian hari. Kata konsultan gastrohepatologi anak dari Rumah Sakit Evasari dr Frieda Handayani Kawanto, SpA(K) sebagaimana dikutip dari laman Detik.com.
Mengatasi hal ini sebaiknya Mam sebisa mungkin mengolah buah dan sayur sesuai selera Si Kecil. Bisa juga dengan memberikan bekal berbahan sayur dengan bentuk dan tampilan unik serta lucu agar Si Kecil tertarik untuk mengkonsumsi.
Kurangnya Informasi tentang Manfaat Buah dan Sayur pada Anak
Ketika anak sudah dikenalkan dengan buah dan sayur sejak dini sebagai makanan pendamping ASI, di usia enam bulan dan seterusnya tidak akan ada penolakan. Namun beda halnya jika sebaliknya, anak akan kesulitan mengkonsumsi hingga dewasa. Faktor lainnya adalah anak merasa trauma jika Mam memaksa memakan buah dan sayuran. Apalagi dengan cara menjejalinya barang sesendok.
Kurangnya informasi tentang manfaat serta pentingnya mengkonsumsi buah dan sayuran pada Si Kecil pun turut berpengaruh Mam. Ajarkan dengan perlahan-lahan pada mereka dengan bahasa yang mudah dimengerti. Lalu, berikan buah dan sayur pada anak sedikit demi sedikit hingga terbiasa.
Gangguan Sensori Anak dalam Mengunyah
Ketidaksukaan anak pada buah dan sayur juga bisa disebabkan karena adanya gangguan sensor. Terutama gangguan sensori dalam mengunyah seperti dialami oleh anak dengan gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau hiperaktif. Hal ini dikatakan oleh psikolog anak Ayoe Sutomo, M.Psi, seperti dilansir dari laman Viva.co.id. Anak hiperaktif memiliki rasa hipersensitif, mereka cenderung merasakan makanan yang sebenarnya bagi orang lain tidak keras tapi keras bagi mereka.
Sudah tahu kan Mam faktor mengapa Si Kecil tak suka buah dan sayur? Yuk mulai sekarang biasakan mengkonsumsi dan perbanyak isi kulkas kita dengan buah dan sayuran segar.







