Perut Terasa Sakit Saat Hamil? Waspadai Komplikasi Kehamilan!

Sakit perut merupakan salah satu ketidaknyamanan yang kerap dirasakan ibu hamil. Hal tersebut terjadi karena perubahan tubuh saat hamil, seperti rahim yang membesar sehingga mengakibatkan adanya tekanan pada kantung kemih di bagian bawah perut. Namun, apabila sakit perut yang Mam rasakan tak kunjung hilang dan intensitasnya semakin parah, Mam harus segera mengambil tindakan karena bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda timbulnya komplikasi kehamilan!

Keguguran

Saat menstruasi, Mam mungkin pernah merasakan nyeri pada bagian bawah perut. Apabila rasa sakit yang sama muncul saat Mam hamil dan sifatnya ritmik, waspadai terjadinya keguguran, Mam. Rasa nyeri tersebut juga dapat menjalar dari pinggang ke arah bagian atas kemaluan. Umumnya, gejala keguguran dibarengi pula dengan adanya pendarahan berwarna merah mudah dan kontraksi yang kuat. Sakit perut pertanda keguguran dapat terjadi pada 20 minggu pertama atau trimester pertama kehamilan, yang mana memang merupakan momen rawan bagi ibu hamil seperti Mam. 

Kehamilan Ektopik

Apabila salah satu sisi perut terasa sakit yang menusuk, segera hubungi dokter karena bisa jadi Mam mengalami kehamilan ektopik. Biasanya, rasa nyeri ini terjadi pada salah satu sisi perut bagian bawah. Ektopik merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk adanya kehamilan di luar rahim. Sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di dalam saluran telur atau tuba falopi. Rasa sakit atau nyeri hebat pada perut Mam bisa muncul akibat pendarahan di dalam rongga perut karena kehamilan ektopik tersebut “pecah”.

Abrupsi Plasenta

Memasuki bulan-bulan terakhir kehamilan, Mam harus lebih waspada terhadap munculnya rasa nyeri parah di bagian bawah perut yang tak kunjung hilang apabila sudah beristirahat. Hal tersebut memang dapat merupakan kontraksi biasa, tetapi juga bisa menjadi pertanda terjadinya abrupsi plasenta, yakni lepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Selain kontraksi tak berkesudahan, abrupsi plasenta juga umumnya dapat menyebabkan pendarahan secara tiba-tiba dan Mam bisa saja tidak menyadari pendarahan tersebut sebelumnya.

Preeklamsia

Mam dikatakan mengalami preekamsia apabila memiliki tekanan darah tinggi setelah kehamilan berusia dua puluh minggu. Rasa nyeri yang dirasakan biasanya muncul pada perut bagian atas atau ulu hati. Tidak hanya itu, preeklamsia juga bisa menyebabkan sakit kepala dan gangguan pada mata. Pandangan Mam bisa mendadak kabur begitu saja. Gejala-gejala penting lain yang harus Mam waspadai terkait preeklamsia adalah berat badan yang meningkat cepat dan pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada kaki.

 

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah sakit perut yang dirasakan saat hamil berbahaya taau tidak? Saat sakit perut datang, segeralah beristirahat, Mam. Apabila sakit perut tersebut tak kunjung hilang setelah beristirahat, ada kemungkinan Mam mengalami komplikasi kehamilan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :