Saat ini sudah banyak beredar produk serum kecantikan yang mulai digandrungi oleh banyak wanita. Sayangnya, tidak semua wanita tahu apa itu serum dan bagaimana cara kerjanya. Bahkan mungkin Mam jadi salah satu wanita yang kurang paham tentang hal itu.
Kebanyakan orang menganggap bahwa serum adalah cairan yang dapat membantu kulit dalam memutihkan wajah atau menciptakan kulit yang sehat. Kurang lebih memang seperti itu guna serum. Namun, agar Mam sama-sama tahu apa itu serum dan bagaimana efeknya terhadap kulit wajah, berikut ini adalah hal-hal penting tentang serum yang wajib diketahui sebelum menggunakannya.
Apa itu serum?
Serum adalah produk perawatan kulit yang dapat diaplikasikan ke seluruh area kulit setelah dilakukan pembersihan yang bertujuan untuk melembabkan kulit dengan bahan-bahan yang kuat. Serum secara garis besar cocok untuk melakukan tugas tersebut karena cairan ini mengandung molekul kecil yang dapat merasuk ke dalam lapisan kulit terdalam dan membawa bahan aktif dengan konsentrasi yang cukup besar. Berkat kemampuannya untuk diserap secara maksimal, serum dapat menjadi alat paling efektif untuk mengatasi masalah pada kulit wajah seperti kerutan dan lain sebagainya.
Lalu, apakah serum dapat dikatakan sebaai pelembab?
Bisa iya, namun bisa juga tidak. Serum bisa saja mengandung banyak bahan pelembab kulit seperti hyaluronic acid dan ceramids untuk membantu kulit mengembalikan kelembaban. Namun, hal tersebut tidak semerta-merta menjadikan serum sebagai pelembab sehari-hari. Tetap saja hanya lotion dan krim yang mampu mempertahankan kelembaban kulit.
Seberapa sering serum harus digunakan?
Sebenarnya hal ini tergantung dari serum itu sendiri. Ada beberapa serum yang memiliki konsentrat bahan aktif lebih tinggi dibanding serum lainnya. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila Mam memeriksa label untuk mengetahui cara pakai serum tersebut. Umumnya penggunaan serum cukup sekali dalam sehari saja.
Apa bedanya serum dengan face oil?
Serum biasanya dibuat dengan bahan dasar air. Sedangkan face oil, seperti namanya, berbahan dasar minyak. Meski demikian, Mam tetap dapat menemukan serum yang berbahan dasar minyak. Serum yang berbahan dasar air lebih baik daripada serum berbahan dasar minyak. Ini karena serum berbahan dasar air mampu terserap dengan baik. Molekul yang terdapat di dalamnya cukup kecil untuk dapat terserap. Sebaliknya, serum berbahan dasar minyak hanya dapat menempel di permukaan kulit. Mam harus menekannya agar dapat masuk dan meresap ke dalam kulit.
Bagaimana dengan essence? Apakah essence juga termasuk serum?
Secara esensinya, iya. Serum dan essence sangat mirip apabila ditinjau dari bagaimana cara pemakaiannya (yakni setelah wajah dibersihkan dan sebelum diberi pelembab) dan fungsinya (mempertahankan kesehatan kulit dan bukan hanya sekedar hidrasi kulit). Bedanya terletak dalam tekstur. Serum lebih lengket dan kental, sedangkan essence teksturnya lebih encer. Meski demikian, tak jarang produsen yang menyebut serum mereka sebagai essence.
Harganya?
Serum memang lebih mahal dibandingkan perawatan kulit lainnya. Namun hal ini cukup rasional mengingat khasiat serum yang lebih awet dan cepat.
Bukankah serum memiliki kadaluarsa yang singkat?
Beberapa jenis bahan yang sering ditemukan dalam serum dapat sangat tidak stabil ketika kontak dengan udara. Ascorbic Acid (sejenis vitamin C) misalnya, dapat teroksidasi dan kehilangan khasiatnya bila dibiarkan terlalu lama di udara. Namun berkat ilmu pengetahuan saat ini, bahan-bahan yang termodifikasi biasanya tahan lama. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menyimpan serum di tempat dingin dan kering seperti kulkas. Jangan gunakan produk bila sudah berusia 6-12 bulan.
Apakah serum cocok untuk kulit saya?
Kemungkinan besar iya. Namun pertama, ketahui bahan aktif yang Mam butuhkan untuk perawatan kulit Mam. Bila Mam:
- Rentan jerawat: Carilah serum dengan kandungan vitamin C (meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki proses penyembuhan kulit, dan mengurangi pembengkakan), retinol (sebagai antioksidan serta mengurangi pembengkakan), seng (meringankan iritasi, mengatur produksi minyak), dan salicylic acid (merapatkan pori-pori).
- Kulit kering: Cari vitamin E (antioksidan, melindungi sel dari kerusakan karena oksidasi), niancinamide (meningkatkan elastisitas kulit, menambah tingkat ceramide di kulut), glyrolic acid (mengeksfoliasi kulit dan mencerahkan pigmen kulit), dan hyaluronic acid (mengembalikan kelembaban kulit).
- Kulit kusam: Carilah antioksidan seperti ekstrak teh hijau, resveratrol, ferulic acid (melawan radikal bebas, menambah kemampuan tahan sinar matahari, dan membantu proses penyembuhan sel di malam hari).
Itulah beberapa hal yang wajib Mam ketahui mengenai serum. Dengan begitu, diharapkan Mam dapat menggunakan serum sewajarnya dan sebijak mungkin.







12 Sep 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar