Sangat menyenangkan melihat pasangan suami istri yang dekat dan masih romantis. Kehidupan berkeluarga mereka seakan jauh dari masalah. Kesannya tidak ada satu masalah pun yang mampu menghalangi kehidupan berumahtangga mereka.
Apakah saat ini kondisi hubungan pernikahan Mam dan Ayah baik-baik saja? Tentu tidak ada satu hubungan pernikahan pun yang sempurna. Pasti ada beberapa masalah yang mengganggu dalam setiap hubungan. Namun, bukan hubungan pernikahan yang penting dalam setiap ikatan suami istri, melainkan bagaimana Mam dan Ayah sama-sama puas dan senang dengan apa yang dimiliki bersama. Lantas, bagaimana cara kita mengerti tentang bagaimana hubungan pernikahan yang sehat? Berikut ini adalah tanda-tanda hubungan pernikahan sehat yang dapat Mam jadikan patokan.
Mam Mengatakan Apa yang Dipikirkan
Sebuah hubungan dapat dikatakan sehat ketika pasangan dapat mengekspresikan segala hal secara bebas dan sejujur-jujurnya. Ini artinya tidak ada topik yang di luar batas dan Mam serta Ayah sama-sama merasa didengarkan. Batasan hanyalah penghalang untuk meraih komunikasi yang konsisten dan berkualitas, sedangkan komunikasi penting untuk menumbuhkan rasa kebersamaan selama mungkin. Hilangkan batasan itu dan raih kesempurnaan komunikasi antara Mam dan Ayah.
Mam Punya Tempat Tersendiri
Hanya karena hidup bersama dan saling mencintai satu sama lain, bukan berarti Mam dan Ayah harus bersama-sama dalam setiap saat. Ada kalanya Mam membutuhkan waktu untuk melakukan hal-hal kesukaan Mam serta menjalin pertemanan agar hubungan Mam dan Ayah selalu segar. Dengan demikian, Mam dan Ayah sama-sama dapat berkembang sebagai individu sekaligus juga sebagai pasangan yang bahagia.
Bertengkar
Ketidaksetujuan adalah normal bagi setiap pasangan. Ketika Mam tidak bertengkar, itu tandanya ada masalah dengan hubungan Mam dan Ayah. Namun, bukan berarti harus bertengkar yang hebat. Pasangan yang sehat selalu bertengkar dengan produktif dan seimbang. Artinya, Mam dan Ayah tidak saling berteriak dan membentak. Memahami pasangan lebih baik daripada berusaha mengunggulinya. Ketika Mam salah, Mam meminta maaf. Jangan gengsi!
Mam Suka dengan Keadaan Sekarang
Hubungan Mam tidak akan berubah menjadi lebih baik ketika Mam memenangkan undian berhadiah milyaran, memiliki seorang anak, atau bahkan pindah ke rumah idaman. Maka dari itu, jangan pernah mendasari hubungan dengan harapan bahwa hal tersebut akan berubah lebih baik. Mam dan Ayah sama-sama tidak sempurna. Ketika Mam dan Ayah sama-sama menerimanya dan menghargai satu sama lain, inilah yang dinamakan hubungan yang sehat.
Keputusan Diambil secara Bersama-Sama
Mam bukanlah pengambil keputusan utama, bukan juga Ayah. Dari hal sepele seperti film apa yang ingin ditonton hingga berapa banyak anak yang ingin dimiliki, Mam dan Ayah harus memutuskan hal tersebut bersama-sama sambil menyimak apa yang diinginkan oleh pasangan satu sama lain. Mungkin hari Sabtu Mam dapat ikut Ayah untuk bermain game, namun hari Minggu, giliran Ayah yang ikut Mam berkebun.
Ada Kebahagiaan di Situ
Hubungan yang sehat penuh dengan canda dan tawa. Namun bukan berarti Mam harus berkelakar sepanjang hari, melainkan lebih kepada bagaimana Mam menghabiskan waktu bersama dengan gembira. Hal ini mungkin dicapai dengan membuat makan malam bersama, tertawa pada satu hal yang sama, atau saling melengkapi cerita satu sama lain.
Ada Keseimbangan di Dalamnya
Ada kesempatan di mana Ayah butuh waktu bekerja lebih banyak sehingga Mam harus memasak sendiri. Atau mungkin Mam yang harus hadir ke suatu pertemuan penting hingga Ayah harus menjemput Si Kecil dari sekolah. Itulah yang dinamakan keseimbangan. Satu sama lain saling melengkapi demi jalannya keluarga yang bahagia. Selama hal ini terjaga dengan baik, bukan tidak mungkin hubungan Mam dan Ayah akan bertahan hingga selama-lamanya.
Kepercayaan Satu Sama Lain
Hubungan yang sehat dibangun dari kepercayaan dan komitmen untuk berkomunikasi tanpa rahasia sedikit pun. Namun bukan berarti kepercayaan tersebut membiarkan pasangan untuk melakukan apapun yang dia mau, melainkan lebih kepada komitmen untuk berkomunikasi sehingga tidak ada salah paham antara Mam dan Ayah. Ketika kepercayaan hadir, maka hubungan ini termasuk sehat.
Itulah tanda-tanda yang paling jelas terlihat sebagai pedoman untuk mengetahui apakah hubungan antara Mam dan Ayah sehat satu sama lain. Bila semua tanda tersebut muncul pada hubungan Mam dan Ayah, selamat dan pertahankan hal tersebut. Bila tidak, itu tandanya Mam harus punya inisiatif untuk membentuk hubungan yang sehat.







02 Jul 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar