Pap Smear adalah sebuah tes yang sangat dianjurkan untuk Mam yang sudah berkeluarga, terutama yang sudah pernah melahirkan. Pap Semar adalah sebuah tes yang digunakan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim yang kerap menginggapi wanita yang sudah berkeluarga. Tes ini dilakukan dengan mengambil contoh sel-sel rahim Mam yang akhirnya dianalisa oleh dokter ahli.
Tes ini memang menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi beberapa wanita, tapi sebenarnya tes ini sangat diperlukan lho, Mam. Terutama dengan gaya hidup yang serba instan seperti sekarang ini. Lalu sebaiknya, kapan Pap Smear dilakukan?
Setelah Berhubungan Dengan Suami
Meskipun belum melahirkan, bukan berarti Mam tidak boleh melakukan Pap Smear. Tes ini dianjurkan untuk wanita yang aktif berhubungan seksual agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Setelah Melahirkan Anak Pertama
Kanker leher rahim tentunya juga akan berakibat tidak baik kepada kelahiran anak berikutnya bila Mam ingin memiliki lebih dari satu anak, karena itu setelah melahirkan anak pertama, Mam bisa melakukan Pap Smear.
Apakah Ada Waktu Tertentu yang Cocok Untuk Melakukan Pap Smear?
Ada. Mam bisa melakukan Pap Smear 5 hari setelah haid atau 10 hingga 20 hari setelah hari pertama haid. Hal ini dilakukan agar leher rahim Mam sudah bersih dari sisa-sisa darah haid.
Apakah Ada Pantangan Tertentu Sebelum Mengikuti Pap Smear?
Tentu saja ada, selama dua hari sebelum Pap Semar dilakukan, Mam sebaiknya menghindari untuk membersihkan daerah kewanitaan Mam dengan krim atau sabun apapun. Mam juga sebaiknya tidak menggunakan tampon atau obat-obatan yang dimasukkan ke daerah kewanitaan seperti jeli untuk KB dan juga menghindari berhubungan intim dengan suami. Sebaiknya Mam juga menghindari Mandi dengan berendam untuk menghindari sisa-sisa sabun yang bisa masuk ke dalam daerah kewanitaan Mam.
Pap Smear bisa Mam lakukan di Rumah Sakit Bersalin atau Rumah Sakit lainnya yang menyediakan fasilitas tersebut. Biasanya beberapa Mam akan merasa canggung karena prosesnya, namun Mam tidak perlu takut karena hal ini dilakukan oleh para dokter profesional.







