Makanan Ini Ternyata Tidak Terlalu Higienis

Mam, makanan yang tidak higienis dapat dengan mudah Anda jumpai di sekitar lingkungan Anda. Padahal, makanan seperti itu mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit, atau bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan penyakit, mulai dari diare sampai kanker. Bahkan situs web WHO mencatat, diperkirakan terdapat 600juta orang (atau 1 dari 10 orang) di dunia terjangkit penyakit setelah mengonsumsi makanan yang tidak higienis, dan 420ribu diantaranya meninggal dunia setiap tahunnya. Fakta yang sama juga terjadi pada anak-anak. Sekitar 40% anak-anak berusia di bawah lima tahun sakit juga karena mengonsumsi makanan yang tidak higienis dan menyebabkan 125 ribu kematian setiap tahunnya. Oleh sebab itu, menjaga higienitas sebuah makanan bukan lagi hal yag dapat ditunda-tunda. Berikut beberapa contoh makanan tidak higienis yang sebaiknya Mam dan keluarga hindari:

  1. Makanan kaleng

Makanan kaleng seringkali menjadi primadona karena kepraktisannya, buah atau sayur dalam kaleng misalnya. Padahal, Mam tidak bisa mendapatkan sayuran atau buah-buahan segar dalam makanan kaleng. Apalagi jika Mam secara tidak sengaja mengonsumsi makanan kaleng yang sudah kadaluarsa dan tidak menyadarinya, hal ini akan berakibat buruk bagi kesehatan Anda. Selain itu, makanan kaleng juga mengandung kadar gula dan kalori yang tinggi. Oleh sebab itu, usahakan untuk menggunakan buah atau sayuran segar dibanding kalengan demi kesehatan Anda.

  1. Jajanan di kantin sekolah dasar (SD)

Mam, Media Indonesia pada tahun 2013 mencatat bahwa 40% jajanan yang ada di sekolah termasuk dalam makanan yang tidak higienis. Roy A Sparringa, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Badan BPOM, menjelaskan bahwa sampel yang digunakan 69% berasal dari kantin sekolah sedangkan 28% sisanya dari penjual di sekitar sekolah. Tingkat keracunan pada anak SD/MI juga merupakan yang tertinggi di antara anak-anak sekolah lainnya. Menurut Roy, penyebab utama keracunan tersebut berasal dari mikroba, bahan kimia (formalin, rhodamine B), dan benda asing sepei kuku, rambut, dan stapler yang mencemari makanan dan peralatan memasak. Jika sudah begini, menyiapkan bekal untuk Si Kecil pergi ke sekolah merupakan hal wajib ya, Mam!

  1. Makanan olahan

Contohnya adalah daging dan keju olahan. Sekalipun daging merupakan bahan makanan yang sehat dan bergizi, namun hal tersebut tidak berlaku pada daging olahan. Para peneliti berhipotesis bahwa mengonsumsi danging olahan akan menimbulkan resiko yang lebih tinggi terhadap banyak penyakin serius seperti kanker usus besar, diabetes tipe 2, dan jantung. Begitu pula yang terjadi dengan keju olahan. Keju regular adalah makanan dengan sarat dengan nutrisi, namun produk keju olahan tidak memiliki keunggulan yang serupa. Keju olahan kebanyakan dibuat dengan campuran dan rekayasa bahan tertentu agar memiliki tampilan dan tekstur yang sama seperti keju.

  1. Nasi goreng kaki lima

Pada dasarnya, semua jajanan kaki lima tidak termasuk dalam makanan yang higienis. Nasi goreng hanya sebagian kecil dari semua makanan yang ada. Beberapa tanda makanan yang disajikan tidak higienis adalah jika makanan yang dijajankan dalam kondisi terbuka yang mudah terkena debu; sering dihinggapi lalat, semut, serangga, atau binatang lainnya; menggunakan minyak goreng yang dipakai berkali-kali; menyajikan makanan dalam wadah yang tidak diperuntukkan untuk makanan; atau mencuci alat makanan dengan air kotor bekas cucian alat makan lain.

Tidak hanya memperhatikan higienitas sebuah makanan, kandungan nutrisi di dalamnya juga merupakan elemen penting karena keamanan pangan dan nutrisi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Akses terhadap makanan aman dan bernutrisi merupakan kunci untuk mempertahankan kehidupan yang sehat dan bahagia. Oleh sebab itu, terus konsumsi makanan sehat dan bernutrisi ya, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :