Ibu hamil memang rentan terkena kram. Gangguan ini bisa menyerang daerah perut, paha, betis, telapak kaki, tangan, hingga rahang. Kram muncul disebabkan karena otot-otot tubuh kelelahan menopang berat badan yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah yang mengalir ke bawah. Selain itu, kram bisa juga disebabkan karena kurangnya asupan mineral berupa kalsium, magnesium, dan potasium di dalam tubuh.
Meski dianggap sebagai gangguan yang tidak membahayakan, namun sudah sewajarnya kram memang dicegah agar tidak mengganggu aktivitas Anda. Berikut ini beberapa tips mencegah kram pada ibu hamil, seperti:
- Lakukan relaksasi.
Sering-seringlah melakukan relaksasi agar otot-otot kembali lemas, dan beristirahat sejenak . Anda bisa mencoba gerakan relaksasi dengan meluruskan ujung kaki ke arah atas, sedangkan bagian tumit ke arah bawah. Gerakan ini dapat meregangkan otot betis Anda. - Konsumsi makanan yang mengandung kalsium, magnesium, dan potassium.
Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium, dan potassium yang terdapat di dalam susu, keju, yoghurt, atau makanan dari bahan susu. Selain itu, mengonsumsi pisang dan sayuran hijau juga dapat memenuhi kebutuhan potasium dan magnesium Anda. - Minum air putih yang cukup.
Selain berolah raga, minum air putih juga membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh. Karena itu, minumlah air putih minimal 6 gelas per hari. - Kurangi konsumsi garam.
Mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memicu terjadinya kram, karena garam bersifat menyerap air. Karena itu, kurangi mengonsumsi garam atau makanan yang asin-asin. - Lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
Sebelum berolahraga, lakukan pemanasan terlebih dahulu. Tindakan ini bertujuan untuk melemaskan otot-otot yang kaku dan tidak mengakibatkan kejang otot atau kram. - Pilih alas kaki yang tepat dan nyaman.
Kram bisa saja menyerang ketika Anda memakai sepatu bertumit tinggi atau high heels. Karena itu, hindari penggunaan high heels, alas kaki yang sempit, atau alas kaki yang bertali. Karena alas kaki yang sempit dan penuh tali dapat menghambat peredaran darah di kaki sehingga dapat menimbulkan kram. - Hindari berdiri terlalu lama.
Berdiri terlalu lama dapat mengakibatkan otot kaki kelelahan sehingga menimbulkan kram pada telapak kaki. Segera duduk atau berbaringlah jika kaki mulai terasa pegal atau kelelahan. - Duduklah dengan posisi yang benar.
Sandarkan punggung Anda pada sandaran kursi dengan posisi punggung tetap tegak (bukan membungkuk), luruskan kaki, dan duduklah dengan rileks. - Berbaringlah dengan posisi yang benar.
Posisi tidur atau berbaring yang salah dapat menimbulkan kram pada bagian perut. Segera berbaringlah dengan rileks di atas permukaan yang empuk, lalu letakkan bantal tipis atau lipatan kain pada pinggang atau punggung Anda.
Bila Anda mengalami kram, segera kompres dengan air dingin dan pijit lembut menggunakan baby oil pada bagian yang terserang kram agar otot-otonya kembali lemas dan rileks.
Mudah-mudahab tips di atas dapat membantu Anda agar terhindar dari gangguan kram.







29 Apr 2014
Penulis Fenita Agustina
0 Komentar







