• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum


Breaking

Resep Silky Pudding Cokelat

Manfaat Berkeluarga untuk Kesehatan Ayah

Tips Mencegah Ketuban Pecah Terlalu Dini

Mengatasi Cemburu Berlebihan dalam Rumah Tangga

Tips Merawat Kain Batik Agar Tidak Pudar


Waspadai Preeklamsia Pada Masa Kehamilan


 08 Sep 2016   Penulis Redaksi IbuDanMama  0 Komentar


Mungkin sebagian besar dari Mam masih belum pernah mendengar tentang istilah preeklamsia. Preeklamsia adalah kelainan yang umumnya berkembang pada masa akhir kehamilan (setelah minggu ke 20) dan ditandai dengan kenaikan tekanan darah tinggi, pembengkakan pada tangan dan wajah, serta tanda-tanda organ tubuh tidak bekerja secara normal (misalnya kegagalan ginjal dalam menyaring protein di urin).

Umumnya, gejala preeklamsia muncul pada usia kehamilan antara 24-26 minggu hingga sesaat setelah bayi lahir. Sering kali, preeklamsia yang tidak disadari menyebabkan janin kekurangan darah dan oksigen, merusak hati dan ginjal ibu hamil, bahkan berkembang menjadi eklamsia yang mengancam keselamatan ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Untungnya, preeklamsia dapat diketahui lebih awal sebelum semakin parah sehingga ibu hamil yang mengalami gejala penyakit ini dapat diobati sesegera mungkin. Lalu, apa sebenarnya penyebab preeklamsia? Apa saja yang menjadi gejalanya?

Penyebab Preeklamsia

Hingga saat ini, sebenarnya tidak ada yang tahu pasti penyebab preeklamsia. Namun, beberapa teori mengenai penyebabnya diungkap, antara lain:

Garis keturunan. Peneliti beranggapan bahwa penyusunan genetis janin adalah salah satu faktor terjadinya kelainan kehamilan, salah satunya preeklamsia. Ada kemungkinan bila ibu atau ibu mertua Mam pernah mengalami preeklamsia saat hamil maka Mam juga akan mengalaminya saat hamil.

Kelainan pembuluh darah. Ada juga teori yang mengungkapkan bahwa beberapa wanita mengalami perubahan kondisi pembuluh darah yang terkadang menegang atau meregang saat hamil. Hal ini yang menyebabkan aliran darah ke organ-organ dalam seperti ginjal dan hati menurun sehingga terjadi preeklamsia.

Penyakit gusi. Wanita hamil yang mengalami masalah gusi ternyata dua kali lebih berpotensi terkena preeklamsia daripada wanita yang memiliki gusi yang sehat. Para ahli berhipotesis bahwa hal ini disebabkan oleh infeksi yang terjadi di dalam mulut karena bakteri sehingga dapat menyebabkan preeklamsia.

Respon imun terhadap benda asing: sang janin. Ada kemungkinan bahwa tubuh wanita menjadi sensitif terhadap benda asing. Sensitivitas ini menyebabkan tubuh wanita menganggap janin dan plasenta yang notabene menyerap nutrisi sebagai benda asing yang membahayakan tubuh. Akibatnya, pembuluh darah jadi menyempit sehingga terjadi kelainan.

Gejala Preeklamsia

Preeklamsia pada umumnya ditandai dengan berbagai gejala. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia.

  • Pertambahan berat badan yang tidak wajar;
  • Bengkak parah pada tangan dan wajah;
  • Bengkak di pergelangan kaki (edema) yang tak kunjung reda;
  • Sakit kepala berkepanjangan;
  • Gangguan penglihatan, yakni mata buram atau penglihatan ganda;
  • Sakit di bagian ulu hati;
  • Urin mengandung protein;
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hingga 140/90 untuk wanita yang memang belum pernah mengalami tekanan darah tinggi);
  • Jantung berdegup kencang;
  • Urin keruh dan cenderung gelap;
  • Reaksi reflek yang berlebihan;
  • Fungsi ginjal abnormal.

Meski begitu, beberapa gejala tersebut, seperti pertumbuhan berat badan dan edema, pada dasarnya normal terjadi pada kehamilan yang sehat. Peningkatan darah tinggi pun bukan selalu gejala preeklamsia. Inilah alasan kenapa Mam wajib datang ke dokter untuk memantau gejala tersebut dan bila perlu melakukan serangkaian tes untuk mencari tahu diagnosis dokter.

Cara Mencegah Preeklamsia

Sebenarnya ada cara yang dapat Mam lakukan untuk mencegah terjadinya preeklamsia pada kehamilan Mam. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Mam lakukan untuk mencegah preeklamsia.

Makan sehat. Perhatikan konsumsi kalori selama sehari (normalnya 300 hingga 500 kalori lebih banyak dari orang normal) dengan banyak buah dan sayur yang kaya akan serat, gandum utuh, protein rendah lemak, serta produk susu.

Berolahraga. Tanyakan kepada dokter tentang seberapa banyak olahraga yang harus Mam lakukan. Kebanyakan dokter menyarankan untuk melakukan aktivitas sedang selama 30 menit seperti jalan kaki setelah makan siang dan makan malam.

Perhatikan berat badan. Tingkatkan berat badan sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Jaga kesehatan gigi. Ada kemungkinan bahwa preeklamsia dapat disebabkan oleh kuman pada gigi. Maka dari itu, jaga terus kesehatan mulut Mam.

 

Itulah beberapa hal yang wajib Mam ketahui mengenai preeklamsia yang bisa menyerang ibu hamil. Waspadai gejala yang muncul dan segera konsultasikan ke dokter apabila ada yang janggal dengan kehamilan Mam.

Related



About The Author

Redaksi IbuDanMama
Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!


Baca Juga:


Tips Mencegah Ketuban Pecah Terlalu Dini
03 Nov 2016

Kapan Waktu yang Tepat untuk Hamil Anak Kedua?
13 Oct 2016

Hamil Setelah Usia 40 Tahun, Amankah?
11 Oct 2016

Yuk Komentar Mam!


  • Cari di Situs

  • Top Posts & Pages

    • Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
      Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
    • 5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
      5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
    • Atasi BAB Keras Pada Bayi
      Atasi BAB Keras Pada Bayi
    • Merangsang Gerakan Janin
      Merangsang Gerakan Janin
    • 5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
      5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
    • Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
      Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
    • Merangsang Persalinan Secara Alami
      Merangsang Persalinan Secara Alami
    • 8 Penyebab Bayi Susah Tidur
      8 Penyebab Bayi Susah Tidur
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan
      MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan
    • Tips Mengatasi Kaki Pegal
      Tips Mengatasi Kaki Pegal


  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Recent Posts

    • Resep Silky Pudding Cokelat
    • Manfaat Berkeluarga untuk Kesehatan Ayah
    • Tips Mencegah Ketuban Pecah Terlalu Dini
    • Mengatasi Cemburu Berlebihan dalam Rumah Tangga
    • Tips Merawat Kain Batik Agar Tidak Pudar
  • Categories


Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id