Menitipkan Si Kecil pada orang tua atau mertua bukan hal yang mudah lho Mam. Banyak sekali Mam yang ragu ataupun merasa tidak enak karena akan merepotkan mertua. Sebenarnya sudah menjadi tugas Ayah dan Mam untuk merawat Si Kecil sendiri. Tetapi bagaimana jika akhirnya terpaksa Mam harus menitipkan Si Kecil ke mertua? Simak beberapa etika menitipkan Si Kecil pada mertua berikut ini.
Penuhi semua kebutuhan Si Kecil
Walaupun Mam menitipkan Si Kecil pada mertua, Mam harus memenuhi semua kebutuhannya agar tidak terlalu merepotkan mertua. Jika memungkinkan, Mam bisa menyediakan makanan, mainan, sampai pakaian. Ingat ya Mam, tubuh orang tua atau mertua kita tentu tidak seperti dulu. Mereka tentu tidak bisa ikut berlari-lari bersama cucunya tersebut.
Mam harus menerima segala hal yang diajarkan oleh mertua
Menitipkan Si Kecil bersama mertua mempunyai risiko seperti Si Kecil akan diajarkan sesuatu yang berbeda jika dibanding dengan orang tuanya. Misalnya, Mam mengajarkan bahwa tidur siang dulu baru main, tetapi mertua membolehkan Si Kecil untuk bermain sampai sore. Jadi, Mam harus besar hati ketika melihat beberapa pola asuh yang berbeda antara Mam dan mertua.
Selalu berdiskusi dengan mertua
Untuk mendapatkan pola asuh yang baik, Mam dan Ayah harus sering berkomunikasi dengan mertua. Jangan sampai meninggalkan Si Kecil terlalu lama tanpa pengawasan dari orang tua sekalipun. Kunjungi Si Kecil minimal sehari sekali atau paling tidak dua hari sekali. Bagaimanapun juga, kasih sayang Mam sangat penting untuk pertumbuhan Si Kecil.







24 Nov 2015
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar