• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum


Breaking

Cara Mendapatkan Postur Tubuh yang Lebih Baik dalam Tiga Minggu

Ciri-Ciri Mam Merupakan Orang yang Kreatif

Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh Untuk Turunkan Berat Badan

Serial Televisi Barat Bertema Keluarga yang Wajib Ditonton

Cara Atasi Nyeri Otot Setelah Berolahraga


Momen Penting dalam Kehidupan Finansial


 13 Jun 2016   Penulis Redaksi IbuDanMama  0 Komentar


Menabung dan berinvestasi adalah dua cara yang dapat ditempuh untuk menyiapkan masa depan keluarga. Mengingat bahwa manusia memiliki batasan usia serta perusahaan tempat bekerja juga memberlakukan pensiun bagi orang-orang yang telah memasuki batasan usia tertentu, maka sudah seharusnya menyiapkan kondisi keungan sebaik mungkin mulai sekarang. Akan tetapi, tahukah Mam dan Ayah bahwa dalam kehidupan yang dijalani terdapat momen-momen penting khususnya dalam kehidupan finansial?

Usia 25 Tahun

Momen penting dalam kehidupan finansial dimulai ketika Mam dan Ayah baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi atau sekitar usia 25 tahun. Pada usia ini pula Mam dan Ayah biasanya baru mulai bekerja di suatu perusahaan ataupun baru merintis usaha bisnis jika memang bercita-cita menjadi seorang entrepreneur. Usia 25 tahun adalah momen penting dimana Mam dan Ayah memulai hidup mandiri, yaitu berusaha memenuhi kebutuhan pribadi tanpa meminta kepada orang tua lagi.

Menabung ataupun memulai investasi di usia ini memang tidaklah mudah. Dimana Mam dan Ayah masih belajar untuk mengelolah keuangan yang bersumber dari satu atau dua pekerjaan. Jika memang sudah bisa mengelolah keuangan, maka cobalah untuk setidaknya menyisihkan 10% dari gaji yang diterima untuk ditabung setiap bulannya.

Usia 45 Tahun

Ini adalah usia kritis dimana Mam dan Ayah semakin mendekati masa pensiun. Pada usia 45 tahun, energi serta kreativitas seseorang tidak lagi maksimal seperti sebelumnya sehingga hanya mungkin mengerjakan satu pekerjaan yang tidak terlampau sulit. Oleh karena itu, sangat dianjurkan pada usia ini Mam dan Ayah meningkatkan jumlah tabungan serta investasi yang dimiliki.

Cobalah untuk memikirkan usaha atau bisnis lain yang dapat dilakukan setelah masa pensiun nanti. Atau jika memang Mam dan Ayah memiliki uang pesangon pensiun yang cukup banyak, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk sebagian deposito atau membeli rumah yang dapat dikontrakan maupun dijadikan rumah kos. Masa pensiun tidak harus membuat Mam dan Ayah berhenti menerima penghasilan rutin setiap bulan, bukan?

Usia 60 Tahun

Momen penting dalam kehidupan finansial di usia 60 tahun adalah Mam dan Ayah berhenti bekerja dari perusahaan atau sebuah instansi lainnya. Meskipun beberapa perusahaan memberlakukan pensiun di usia 62 – 65 tahun, namun kenyataannya tidak sedikit orang yang menjadi stress ketika sampai di masa pensiun. Terlebih jika belum ada investasi atau rencana matang tentang kegiatan apa yang akan dilakukan setelah pensiun. Mengandalkan dana pensiun di usia ini tentu tidaklah mudah, sebab pada umumnya justru orang rentan terkena penyakit kritis. Sebaiknya mulailah mengurangi pengeluaran finansial yang tidak begitu penting untuk kehidupan rumah tangga. Kurangi membeli perabot atau kendaraan yang justru banyak menghabiskan dana untuk perawatannya.

Usia 65 Tahun

Mulailah untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Selain dengan pola hidup yang sehat, Mam dan Ayah dapat mencoba untuk menyiapkan dana untuk pengobatan. Beruntung jika di awal memulai karir baik Mam dan Ayah sudah mendaftarkan diri mengikuti suatu asuransi kesehatan, maka di masa ini sudah tidak perlu terlalu memusingkan dana pengobatan. Namun, apabila Mam dan Ayah tidak memiliki asuransi kesehatan maka cobalah untuk menyiapkan dana lebih apabila nantinya dibutuhkan.

Usia 70 Tahun

Momen penting dalam kehidupan finansial yang terakhir ada pada usia 70 tahun. Jika Mam dan Ayah cukup sehat hingga detik ini, mulailah untuk menyumbangkan dana yang dimiliki pada wadah yang tepat. Setelah menyiapkan dana untuk anak-anak dan masih ditemukan sisa dana, maka berikan dana tersebut pada pihak yang membutuhkan. Mam dan Ayah dapat mendonasikannya melalui sebuah yayasan atau secara pribadi pada orang atau tempat yang memang membutuhkan bantuan. Hal ini tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri sebagai bekal amal di akhirat maupun bagi orang lain yang masih harus menjalankan kehidupannya di dunia.

 

Uang memanglah bukan segalanya di dalam kehidupan, tetapi segala sesuatu yang ada sering kali membutuhkan uang bahkan tanah kubur pun harus dibeli dengan menggunakan sejumlah uang, bukan? Oleh sebab itu, perhatikanlah setiap momen penting dalam kehidupan finansial sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik. Semoga informasi tadi bisa membantu Mam dan Ayah dalam mempertimbangkan permasalahan finansial ya!

Related



About The Author

Redaksi IbuDanMama
Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!


Baca Juga:


Tips Mengelola Uang THR
13 Jul 2016

Berbicara Mengenai Finansial dengan Pasangan
21 Jan 2016

Mengatur Keuangan Sebelum dan Sesudah Menikah
16 Oct 2015

Yuk Komentar Mam!


  • Cari di Situs

  • Top Posts & Pages

    • Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
      Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul
    • 5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
      5 Tips Mengurangi Nyeri Pada Vagina Saat Hamil Tua
    • Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
      Dilarang Tidur Siang Pasca Melahirkan, Mengapa?
    • Atasi BAB Keras Pada Bayi
      Atasi BAB Keras Pada Bayi
    • Merangsang Persalinan Secara Alami
      Merangsang Persalinan Secara Alami
    • 5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
      5 Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah Pada Ibu Hamil
    • Tips Mengatasi Kaki Pegal
      Tips Mengatasi Kaki Pegal
    • Merangsang Gerakan Janin
      Merangsang Gerakan Janin
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan
      MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan
    • Apabila Anak Tidak Mau Sekolah - Masalah dan Solusinya
      Apabila Anak Tidak Mau Sekolah - Masalah dan Solusinya


  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Recent Posts

    • Cara Mendapatkan Postur Tubuh yang Lebih Baik dalam Tiga Minggu
    • Ciri-Ciri Mam Merupakan Orang yang Kreatif
    • Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh Untuk Turunkan Berat Badan
    • Serial Televisi Barat Bertema Keluarga yang Wajib Ditonton
    • Cara Atasi Nyeri Otot Setelah Berolahraga
  • Categories


Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id