Hal-Hal yang Bisa Mam Lakukan untuk Mencegah Kanker Payudara

shutterstock_225460834

Kanker. Dari namanya saja, Mam mungkin sudah merasa khawatir dan takut. Seperti yang kita tahu, sampai saat ini kanker masih belum ada obatnya. Dan yang makin mengkhawatirkan lagi, wanita paling rentan terkena kanker daripada pria.

Salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi adalah kanker payudara. Sebagai seorang perempuan, payudara merupakan bagian dari identitas kita sebagai seorang wanita. Hal ini membuat banyak orang merasa takut mengalami kanker payudara. Bahkan mungkin beberapa dari kita lebih takut dengan kanker payudara daripada penyakit jantung. Pasalnya, banyak orang yang menganggap bahwa kanker payudara dapat mempengaruhi masa hidup seseorang. Tidak jarang orang mengalami kematian tiba-tiba hanya karena memiliki kanker payudara stadium akhir.

Faktanya, kanker payudara dapat dicegah sedini mungkin bahkan dengan cara-cara yang sederhana. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara.

Cari Tahu Seberapa Padat Payudara

Salah satu cara terbaru untuk mengetahui potensi kanker payudara adalah dengan mengetahui kepadatan payudara. Ketika Mam memiliki lebih banyak jaringan payudara daripada lemak di dalam payudara, maka semakin sulit kanker terdeteksi di mammogram. Hal ini dikarenakan baik tumor maupun jaringan payudara tampak putih, sedangkan lemak terlihat gelap. Lebih penting lagi, memiliki payudara yang padat membuat risiko kanker naik hingga enam kali lebih tinggi.

Tanyakan pada petugas mammogram apakah payudara Mam termasuk yang padat atau tidak. Bila tingkat kepadatan payudara Mam termasuk tinggi, ada baiknya apabila Mam berkonsultasi pada dokter untuk mengecek keberadaan kanker payudara dengan MRI atau USG.

Rajin Berolahraga

Berolahraga pada dasarnya melindungi Mam dari kanker dengan beberapa cara. Pertama, olahraga membantu Mam mengatur berat badan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa perempuan yang naik berat badan antara 9-13 kilogram sejak usia 18 tahun memiliki risiko 40% lebih tinggi mengalami kanker daripada mereka yang hanya naik 2 kilogram saja. Penyebabnya adalah hormon estrogen yang mampu menstimulasi pertumbuhan sel berlebih dan tentunya sel kanker payudara. Sebelum menopause, sebagian besar wanita memproduksi estrogen dari rahim. Setelah menopause, ketika rahim berhenti memproduksi hormon, estrogen muncul dari jaringan lemak. Semakin banyak lemak pada tubuh seorang wanita, maka semakin banyak estrogen yang tercipta.

Kedua, olahraga mengubah sistem metabolisme estrogen. Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan bahwa wanita yang sering melakukan olahraga memiliki rasio estrogen baik lebih banyak daripada rasio estrogen jahat. Semakin banyak rasio estrogen jahat dalam tubuh, maka semakin besar potensi kanker payudara yang akan dialami seorang wanita.

Ketahui Riwayat Kanker Keluarga

Sekitar 5%-10% kanker payudara disebabkan oleh faktor genetis yang diwariskan secara turun-temurun ke generasi selanjutnya melalui mutasi gen. Tidak tertutup baik itu dari keluarga ayah maupun keluarga ibu, faktor genetis mampu diwariskan dari garis keturunan mana saja. Selain itu, riwayat kanker jenis lain dari keluarga Mam juga patut untuk diperhatikan. Meski hanya wanita saja yang mengalami kanker payudara, pria juga mampu membawa gen penyebab kanker seperti BRCA1 dan 2. Hal ini juga dapat meningkatkan potensi risiko kanker payudara.

Dengan mengetahui bagaimana riwayat kanker keluarga, Mam dapat sedini mungkin melakukan pengecekan genetis tentang potensi kanker yang mungkin dapat terjadi. Hasil yang muncul akan lebih akurat daripada hanya menduga-duga.

Minimalisir Radiasi dari Tes Ronsen

Ironis memang ketika kita ingin tahu potensi kanker payudara dengan alat yang mengekspos radiasi, di mana radiasi merupakan salah satu penyebab kanker. Ionisasi yang terjadi akibat radiasi terbukti mampu menyebabkan mutasi DNA pada sel tubuh. Sebenarnya, selama tes ronsen dilakukan dalam dosis yang sangat kecil dan Mam masih mengikuti aturan yang berlaku, radiasi yang disebabkan oleh sinar ronsen tidak akan menimbulkan masalah besar. Meski demikian, lebih sedikit melakukan x-ray screening akan lebih baik.

 

Itulah beberapa cara mudah untuk mencegah timbulnya potensi kanker payudara. Pencegahan adalah cara yang paling efektif untuk melawan kanker. Semakin dini Mam mencegah kanker payudara, maka semakin aman Mam dari ancaman kanker tersebut.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :