Pada umumnya, dalam bahtera rumah tangga peran seorang istri adalah menjadi ibu rumah tangga dan suami sebagai pencari nafkah. Namun, seiring perkembangan zaman modern sekarang ini, gaya hidup mulai berubah. Tak hanya suami, istri pun bisa ikut mencari nafkah untuk menopang ekonomi keluarga. Bahkan tak jarang, justru istri yang memiliki penghasilan lebih tinggi daripada suami sehingga menjadi tulang punggung keluarga.
Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus dan tidak disikapi dengan bijak, tak menutup kemungkinan akan menyebabkan masalah. Seorang istri dengan gaji yang lebih tinggi akan merasa lebih superior daripada suami sehingga dikhawatirkan akan mengurangi rasa segan dan hormat terhadap suami. Agar hal tersebut tidak terjadi, ada baiknya Mam mencoba hal ini.
Menjalin Komunikasi Sebaik Mungkin
Berdiskusi tentang segala hal untuk mencapai kesimpulan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak adalah kunci utama agar tidak terjadi kesalahpahaman. Meskipun Mam berpenghasilan lebih tinggi dari Ayah, jangan biarkan Ayah merasa minder. Seorang suami yang kehilangan rasa percaya diri terhadap istri tidak menutup kemungkinan akan menjaga jarak dengan istri sehingga dikhawatirkan akan membuat kehidupan rumah tangga merenggang.
Berbagi Peran secara Adil
Mam yang berpenghasilan lebih tinggi tentunya memiliki waktu yang lebih sedikit untuk mengurusi pekerjaan dan persoalan rumah tangga, bukan? Manfaatkan hal ini untuk bekerja sama berbagi peran dengan Ayah. Peran seorang suami tak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak. Yakinkan hal ini pada suami Mam, ya. Jadi meskipun Ayah berpenghasilan lebih rendah, ia masih bisa mencari peran lain seperti meluangkan waktu bersama buah hati, mendidik, dan bahkan jika perlu melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Tentunya hal ini bisa didiskusikan lebih lanjut.
Meluangkan Waktu Bersama
Salah satu kunci menjalin keluarga yang harmonis adalah dengan meluangkan waktu bersama. Semakin banyak Mam meluangkan waktu bersama Ayah dan Si Kecil, maka ikatan batin akan menjadi semakin kuat sehingga mampu mengalahkan ego masing-masing. Meskipun pekerjaan yang Mam lakukan cukup menyita banyak waktu, tetapi sebisa mungkin carilah waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Kurangnya waktu luang yang dihabiskan bersama dapat mengurangi intensitas komunikasi antara kedua belah pihak sehingga akan memperkeruh suasana.
Membagi Keuangan Keluarga dengan Bijak
Ada kalanya seorang istri yang berpenghasilan lebih besar memiliki rasa untuk ingin menanggung segala kebutuhan bulanan seperti tagihan dan uang sekolah Si Kecil. Jangan biarkan hal ini terjadi ya, Mam. Usahakan agar tetap ada pembagian adil dalam mengelola keuangan keluarga. Sebagai contoh, jika Mam bersedia membayar semua tagihan rutin bulanan, maka biarkan Ayah menanggung biaya sekolah sang anak. Dengan begitu, suami akan merasa tetap dibutuhkan dukungan finansialnya.
Jangan Biarkan Ego Menang
Jangan sampai gaji yang lebih tinggi membuat Mam merasa lebih superior dari Ayah. Tahukah Mam bahwa hal ini adalah sumber pemicu pertengkaran rumah tangga pada umumnya? Meskipun Mam menjadi tulang punggung keluarga, Mam harus tetap menghargai dan menghormati suami, karena walau bagaimanapun juga seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, bukan? Yakinkan Ayah bahwa kalian berdua membutuhkan satu sama lain. Tak hanya dari segi finansial, tetapi juga emosional dan hal-hal kecil lainnya.
Tidak masalah apabila Mam memiliki penghasilan besar daripada Ayah. Masalah akan timbul jika Mam dan Ayah tidak berkomunikasi sejak awal tentang hal tersebut dan membiarkannya berlarut-larut begitu saja. Ingat, Mam, konflik yang timbul bisa berpengaruh pada tumbuh kembang Si Kecil, lho.







10 Nov 2016
Penulis Redaksi IbuDanMama
0 Komentar